Defisit APBN Sentuh Rp 104,2 triliun, Sri Mulyani: Jangan Panik Lihat Defisit!
JAKARTA,investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN mencapai Rp 104,2 triliun per 31 Maret 2025. Angka ini 16,2% dari target defisit APBN 2025 yang sebesar Rp 616,2 triliun. Sementara itu keseimbangan primer mengalami surplus Rp 17,5 triliun.
“APBN 2025 didesain dengan keseimbangan primer negatif Rp 63,3 triliun . Jadi kalau ini masih positif ini hal yang bagus. Namun kalau melihat defisit jangan panik karena memang desainnya adalah defisit primary balance Rp 63,3 triliun dan defisit total postur Rp 616,2 triliun,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi April 2025 di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (30/4/2025).
Baca Juga:
Defisit Terancam APBN Kian LebarDia mengatakan meski defisit tetapi kinerja APBN tetap terjaga dan tidak menimbulkan kekhawatiran karena masih di dalam desai APBN awal. Realisasi pendapatan negara sebesar Rp 516,1 triliun atau 17,2% dari pagu. Nilai ini terbagi dalam realisasi penerimaan perpajakan sebesar Rp 400,1 triliun dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 115,9 triliun. Sedangkan belanja negara sebesar Rp 620,3 triliun atau 17,1% dari pagu. Nilai ini terbagi dalam belanja pemerintah pusat sebesar Rp 413,2 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 207,1 triliun.
“APBN didesain sebesar Rp 616,2 triliun karena dirancang untuk melakukan countercyclical mendukung pemulihan ekonomi dan akselerasi program pembangunan nasional di bawah Presiden Prabowo tetapi tetap terukur,” terang Sri Mulyani.
Baca Juga:
Indikasi Shortfall Penerimaan PajakMenkeu menegaskan bahwa kinerja penerimaan, belanja , dan defisit masih berada dalam jalur yang sama. Sebab realisasi pendapatan negara 17,2% dari target, belanja negara 17,1% dari target, dan defisit 16,9% dari target.
“Nah ini yang menarik, jadi semua bergerak hampir sama,”imbuh dia.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






