Jumat, 15 Mei 2026

Defisit APBN Sentuh Rp 104,2 triliun, Sri Mulyani: Jangan Panik Lihat Defisit! 

Penulis : Arnoldus Kristianus
30 Apr 2025 | 14:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersiap mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersiap mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA,investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan  defisit APBN mencapai Rp 104,2 triliun per 31 Maret 2025.  Angka ini 16,2% dari  target defisit APBN 2025 yang sebesar Rp 616,2 triliun. Sementara itu keseimbangan primer mengalami surplus Rp 17,5 triliun.

“APBN 2025 didesain dengan keseimbangan primer negatif Rp 63,3 triliun . Jadi kalau ini  masih positif ini hal yang bagus. Namun kalau melihat defisit jangan panik karena memang desainnya adalah defisit primary balance Rp 63,3 triliun dan defisit total postur Rp 616,2 triliun,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN  Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi April 2025 di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (30/4/2025).

Dia mengatakan meski defisit tetapi kinerja APBN tetap terjaga dan  tidak menimbulkan kekhawatiran karena masih di dalam desai APBN awal. Realisasi pendapatan negara sebesar Rp 516,1 triliun  atau 17,2% dari pagu. Nilai ini terbagi dalam realisasi penerimaan perpajakan sebesar  Rp 400,1 triliun dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 115,9 triliun. Sedangkan belanja negara sebesar  Rp 620,3 triliun atau 17,1% dari pagu. Nilai ini terbagi dalam  belanja pemerintah pusat  sebesar Rp 413,2 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 207,1 triliun.

ADVERTISEMENT

“APBN didesain sebesar  Rp 616,2 triliun karena dirancang untuk melakukan countercyclical mendukung pemulihan ekonomi dan akselerasi program pembangunan nasional di bawah Presiden Prabowo tetapi tetap terukur,” terang Sri Mulyani.

Menkeu menegaskan bahwa kinerja penerimaan, belanja , dan defisit masih berada dalam jalur yang sama. Sebab realisasi pendapatan  negara 17,2% dari target, belanja negara 17,1% dari target, dan defisit 16,9% dari target.

“Nah ini yang menarik, jadi semua  bergerak hampir sama,”imbuh dia.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia