Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga Ungkap Alasan AS Ngebet Terapkan Tarif Resiprokal

Penulis : Bambang Ismoyo
30 Apr 2025 | 23:32 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), menjadi narasumber dalam Investor Daily Roundtable yang dipandu Executive Chariman B-Universe Enggartiasto Lukita di hotel Westin, Jakarta, Rabu (30/4/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), menjadi narasumber dalam Investor Daily Roundtable yang dipandu Executive Chariman B-Universe Enggartiasto Lukita di hotel Westin, Jakarta, Rabu (30/4/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam kurun waktu belakangan menjadi sorotan dunia. Pasalnya, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif balasan (reciprocal tariff) kepada para negara mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, kebijakan tersebut bakal membebani kinerja perdagangan dunia. Namun, Presiden Donald Trump juga memiliki tujuan untuk kepentingan nasionalnya.

Airlangga menilai, langkah kebijakan tarif impor ini sebagai bagian dari liberation day, yakni membebaskan ekonomi AS dari ketergantungan impor. Trump meyakini industri manufaktur AS akan bangkit dan lapangan pekerjaan akan semakin terbuka.

ADVERTISEMENT

“Kita melihat memang tantangan job creation mereka sangat perlukan, makanya mereka merasa bahwa remanufacturing itu menjadi penting,” ungkap Airlangga dalam acara “Investor Daily Roundtable: Trump’s Trade Trap?” di The Westin Jakarta, Rabu (30/4/2025) malam.

Meski AS tengah berambisi menggeliatkan perekonomian domestiknya, Airlangga memastikan pemerintah Indonesia akan melakukan upaya semaksimal mungkin agar kebijakan tersebut tak berdampak cukup dalam ke perekonomian dalam negeri. Diketahui, terdapat sejumlah sektor atau industri yang akan mengalami pukulan dari adanya kebijakan tarif resiprokal, seperti alas kaki dan sepatu, furnitur, garmen, hingga produk perikanan khususnya udang.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah melakukan upaya negosiasi dan diplomasi agar kerja sama perdagangan Indonesia-AS berkeadilan. Kemudian, Indonesia juga menawarkan kerja sama ekonomi yang sifatnya sinergis.

Sebagai contoh, Indonesia menawarkan kerjasama di sektor mineral terutama di sektor mineral kritis dengan AS. Menurut Airlangga, Indonesia memiliki cadangan mineral kritis yang dibutuhkan oleh industri khususnya untuk industri di negara tersebut.

“Tentunya industri ke depan adalah industri yang sifatnya lebih kritikal. Contoh ekosistem critical mineral, otomotif, atau satelit, defense equipment, dan yang lain. Jadi sinergi antar berbagai ekosistem industri itu yang kita bahas,” pungkas Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia