Ekonomi Sulawesi Tumbuh Tertinggi pada Kuartal I-2025
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Pulau Sulawesi mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi jika dibandingkan wilayah lainnya pada kuartal I-2025. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi mencapai 6,4% dan memberikan kontribusi sebesar 6,95% terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025.
“Pertumbuhan ekonomi Pulau Sulawesi sebesar 6,4% merupakan pertumbuhan tertinggi dibanding wilayah lainnya,” ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (5/5/2025).
Jika dirinci, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4% di Pulau Sulawesi terbagi dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 2,54%; Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 2,02%; Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 0,73%; Provinsi Sulawesi Utara sebesar 0,68%; Provinsi Gorontalo sebesar 0,23%; dan Provinsi Sulawesi Barat 0,2%.
“Sektor yang menjadi sumber pertumbuhan utama di Pulau Sulawesi adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan; industri pengolahan; dan perdagangan,” kata Amalia.
Selanjutnya Pulau Jawa mengalami pertumbuhan sebesar 4,99% dan memberikan kontribusi sebesar 57,43% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025. Provinsi yang memberikan kontribusi adalah Provinsi DKI Jakarta sebesar 1,4%; Provinsi Jawa Timur sebesar 1,26%; Provinsi Jawa Barat sebesar 1,14%; Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,75%; dan Provinsi Banten sebesar 0,36%.
Sektor yang menjadi penyumbang terbesar ke pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan; perdagangan; serta informasi dan komunikasi. “Pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa dan Sulawesi berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, dimana pertumbuhan ekonomi (Jawa) 4,99%, sementara Pulau Sulawesi tumbuh 6,4%,” terang Amalia.
Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 mencapai 4,87%. Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.695,9 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.264.5 triliun pada kuartal I-2025. Jika dibandingkan dengan kuartal IV-2024 perekonomian Indonesia terkontraksi 0,98%.
Sumatra, Bali-Nusra, Kalimantan, Papua
Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra mencapai 4,85% dan memberikan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 sebesar 22,14%. Sumber pertumbuhan ekonomi utama di Pulau Sumatra adalah industri pengolahan; pertanian, kehutanan, dan perikanan; dan perdagangan.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,12% dan memberikan kontribusi sebesar 2,71% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025. Sektor sumber pertumbuhan utama di Pulau Bali-Nusa Tenggara adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan; administrasi pemerintahan; dan perdagangan.
Di Pulau Kalimantan, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,32% dan memberikan kontribusi 8,15% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025. Sektor yang menjadi sumber pertumbuhan utama di Pulau Kalimantan adalah industri pengolahan; perdagangan; serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Adapun pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua sebesar 1,69% dan memberikan kontribusi sebesar 2,62% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025. Sektor yang menjadi sumber pertumbuhan utama Pulau Maluku-Papua adalah industri pengolahan; perdagangan; dan administrasi pemerintahan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






