Jumat, 15 Mei 2026

Coretax Ditarget Pulih Total pada Akhir Juli

Penulis : Arnoldus Kristianus
7 Mei 2025 | 20:55 WIB
BAGIKAN
Wajib pajak menunjukan aplikasi e-Faktur di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatera Utara I, Medan, Sumut. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Wajib pajak menunjukan aplikasi e-Faktur di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatera Utara I, Medan, Sumut. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

JAKARTA, investor.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menargetkan perbaikan secara menyeluruh untuk infrasturktur Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Core Tax Administration System) atau Coretax akan selesai pada akhir Juli 2025. Sementara migrasi data ke sistem Coretax diperkirakan rampung pada Desember 2025.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan, pembenahan Coretax dilakukan terhadap 21 proses bisnis yang bermasalah. Terdapat tiga proses bisnis dalam Coretax yang saat ini telah selesai ditangani yaitu business intelligence, knowledge management, dan data pihak ketiga. Sedangkan 18 proses bisnis lainnya sedang dalam tahap proses perbaikan.

“Sebanyak 18 proses bisnis lainnya kami terus rincikan, dan perbaikan terhadap bugs-nya juga sedang dilakukan. Ekspektasinya, semua sudah selesai sebelum akhir Juli,” ucap Suryo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Rabu (7/5/2025).

ADVERTISEMENT

Coretax adalah sistem teknologi informasi dalam administrasi perpajakan yang bertujuan untuk mengotomatisasi proses bisnis yang dijalankan oleh DJP sebagai pihak yang memegang otoritas perpajakan. Tujuan utamanya adalah agar pemerintah dapat meningkatkan penerimaan pajak secara efektif dan efisien.

Salah satu keluhan yang dihadapi adalah sistem yang tersaji belum selaras dengan kemampuan infrastruktur yang ada. Oleh karena itu DJP akan meningkatkan performa sistem dalam infrastruktur agar selaras dengan peningkatan kapasitas. Peningkatan performa dilakukan melalui tuning logic aplikasi, tuning konfigurasi infrastruktur, serta peningkatan kapasitas networking, database, dan storage.

“Ini yang secara berkelanjutan kami akan terus cari titik yang idealnya dan insyaallah beberapa tambahan infrastruktur kami akan lakukan sebelum akhir Juli ini,” ucap Suryo.

Proses migrasi data akan terus berjalan untuk memastikan ketersediaan data dalam Coretax. Salah satunya untuk penggunaan Coretax untuk data faktur pajak, meskipun aktivitas ini juga masih menggunakan sistem sebelumnya (legacy system). Aktivitas tersebut dijalankan secara paralel agar pelayanan kepada wajib pajak dijalankan secara optimal.

“Sehingga migrasi data akan terus dilakukan secara berkesinambungan, sampai legacy system untuk pembuatan faktur pajak kami setop dan sepenuhnya kami menggunakan Cortex,” terang Suryo.

Kemampuan vs Investasi Coretax

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia