Jumat, 15 Mei 2026

Danantara Terus Berpoles Memikat Investor Global

Penulis : M. Ghafur Fadillah
8 Mei 2025 | 12:09 WIB
BAGIKAN
(Dari kiri) Direktur Utama Ibu Irmawati berfoto bersama Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Bapak Suahasil Nazara, dan Managing Director, Head of Southeast Asia and Asia-Pacific Head of Market Outreach S&P Global Ratings Bapak Ritesh Maheshwari di seminar Pefindo dan S&P Global Ratings bertemakan Indonesia Credit Spotlight 2025: Balancing Short-Term Headwinds and Long-Term Policy Objectives di Jakarta, Rabu (7/5/25).
(Dari kiri) Direktur Utama Ibu Irmawati berfoto bersama Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Bapak Suahasil Nazara, dan Managing Director, Head of Southeast Asia and Asia-Pacific Head of Market Outreach S&P Global Ratings Bapak Ritesh Maheshwari di seminar Pefindo dan S&P Global Ratings bertemakan Indonesia Credit Spotlight 2025: Balancing Short-Term Headwinds and Long-Term Policy Objectives di Jakarta, Rabu (7/5/25).

JAKARTA, investor.id – Kehadiran Danantara sebagai superholding BUMN dinilai akan menjadi terobosan penting dalam reformasi struktural pengelolaan aset negara sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia bagi investor global.

Dalam menjalankan perannya, Managing Director Finance Danantara Arief Budiman menjelaskan, Danantara bakal berperan sebagai holding operasional berskala besar pertama yang mengelola BUMN komersial dengan fungsi ganda.

Pertama, mengelola dividen dan reinvestasi. Kedua, menjadi katalis konsolidasi dan simplifikasi kepemilikan negara. Model ini menawarkan efisiensi, fleksibilitas pengambilan keputusan, dan tata kelola yang lebih profesional.

ADVERTISEMENT

“Ini merupakan respons terhadap kendala historis dalam konsolidasi BUMN akibat struktur pelaporan yang kompleks,” terang Arief di seminar Pefindo dan S&P Global Ratings, bertemakan Indonesia Credit Spotlight 2025: Balancing Short-Term Headwinds and Long-Term Policy Objectives di Jakarta, Rabu (7/5/25).

Sebanyak 52 BUMN komersial disebut Arief akan berada di bawah koordinasi Danantara. Menurut dia, pemisahan antara entitas berorientasi pelayanan publik (public service obligation/PSO) dan entitas murni komersial merupakan langkah penting untuk memperkuat persepsi investor terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan bisnis BUMN.

Terbukti, pemerintah tetap memegang saham Seri A di seluruh BUMN strategis menandai sinyal kuat bahwa dukungan negara tetap melekat, khususnya terhadap entitas sistemik seperti PLN, Pertamina, dan perbankan Himbara.

Terkait pendanaan, Arief menerangkan, modal awal Danantara akan berasal dari anggota holding. Namun, ke depan entitas ini bakal diarahkan untuk mengakses pendanaan eksternal, termasuk dari pasar modal dan mitra strategis global.

“Targetnya adalah menjadi investment company yang mampu menarik partner capital, baik dalam bentuk penyertaan maupun instrumen utang. Tapi saat ini, fokus utama adalah membangun fondasi dan arah strategis investasi,” katanya.

Arief juga menyampaikan, arah investasi Danantara akan difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti substitusi impor, ketahanan energi dan pangan, manufaktur berteknologi tinggi, serta pendidikan dan kesehatan. Transformasi sektor industri juga menjadi perhatian utama.

“Kontribusi manufaktur terhadap PDB terus menurun. Ini menandakan urgensi investasi serius dalam transformasi industri nasional, termasuk akselerasi transisi energi,” jelas Arief.

Lebih lanjut, Arief menyebut tantangan global seperti fragmentasi rantai pasok, ketegangan geopolitik, dan dinamika globalisasi sebagai alasan pentingnya membangun ekosistem investasi nasional yang lebih tangguh dan adaptif.

“Danantara harus menjadi platform strategis yang mampu menjawab tantangan makro sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor global,” ujarnya.

Arief optimistis, Danantara dapat berperan sebagai mesin pertumbuhan baru, sekaligus instrumen kebijakan fiskal yang mendukung produktivitas dan penciptaan nilai tambah dari aset negara. “Kita tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi lompatan produktivitas dan profesionalisme pengelolaan aset negara,” pungkasnya.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 16 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia