Jumat, 15 Mei 2026

Pengurangan Outstanding SRBI Tingkatkan Demand di Pasar Obligasi

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Mei 2025 | 15:36 WIB
BAGIKAN
Suasana di New York stock Exchange (NYSE) baru-baru ini. Ekses likuiditas di negara-negara maju bakal mendorong para pengelola hedge fund merotasi kembali dananya ke negara-negara emerging markets, sehingga dolar AS akan melemah terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah. Kondisi itu bakal diikuti penguatan pasar saham dan obligasi di emerging markets. Foto: AFP
Suasana di New York stock Exchange (NYSE) baru-baru ini. Ekses likuiditas di negara-negara maju bakal mendorong para pengelola hedge fund merotasi kembali dananya ke negara-negara emerging markets, sehingga dolar AS akan melemah terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah. Kondisi itu bakal diikuti penguatan pasar saham dan obligasi di emerging markets. Foto: AFP

JAKARTA,investor.id – Mandiri Sekuritas menilai langkah Bank Indonesia (BI) mengurangi outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) berimbas pada kenaikan permintaan di pasar obligasi meningkat.

“Kalau kita lihat SRBI juga trennya semakin menurun rate-nya dan outstanding-nya juga turun ini membuat demand untuk obligasi juga mulai ada perbaikan,” ucap Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto dalam media briefing secara virtual pada Senin (19/5/2025).

Berdasarkan data BI  per 21 April 2025, outstanding SRBI mencapai Rp 881,86 triliun, atau terjadi penurunan sebesar Rp 41,67 triliun dari posisi pada Desember 2024 sebesar Rp 923,53 triliun.

ADVERTISEMENT

Handy mengatakan meski ada potensi pelebaran defisit fiskal tetapi penawaran surat utang pemerintah di pasar sangat terkendali. Lantaran pemerintah menjalankan strategi pembiayaan secara frontloading dan prefunding yang menghadirkan ketersediaan surat utang pemerintah di pasar keuangan. Hal ini  akan mendorong tekanan supply di pasar keuangan  akan jauh berkurang.

“Dari sisi supply kami masih cukup yakin bahwa supply surat utang negara masih akan sangat manageable. Dari sisi demand concern terbesar tentu datang dari perbankan karena perbankan mencatatkan net sale 2 tahun berturut-turut di tahun 2023 dan 2024,” kata Handy.

Secara terpisah, pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Tika Widiastuti mengtakan dari sisi investor asing, kebijakan pengurangan outstanding SRBI bisa berdampak dua arah. Di satu sisi, turunnya suku bunga jangka pendek dapat menurunkan daya tarik instrumen pasar uang domestik, khususnya jika imbal hasilnya menjadi kurang kompetitif dibandingkan aset serupa di negara lain.

“Namun di sisi lain, bila kebijakan ini diambil dalam konteks stabilitas makroekonomi yang terjaga, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan yang baik, maka Indonesia tetap menjadi tujuan menarik bagi investor asing, terutama pada instrumen jangka menengah dan panjang seperti SBN (surat berharga negara),” kata Tika.

Dia mengatakan dengan pengurangan outstanding SRBI maka  perbankan memiliki dana lebih yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi, seperti penyaluran kredit kepada sektor riil atau pembelian instrumen keuangan lain seperti obligasi pemerintah dan korporasi. Dengan likuiditas yang meningkat, tekanan pada suku bunga pasar uang antarbank juga berpotensi menurun, sehingga dapat mendorong suku bunga pinjaman menjadi lebih kompetitif. Hal ini turut mendukung pemulihan ekonomi melalui peningkatan konsumsi dan investasi.

“Dampaknya terhadap likuiditas sangat bergantung pada respons perbankan dan sektor riil; jika dana yang kembali ke pasar digunakan secara produktif, maka pelonggaran ini akan memberikan dorongan positif terhadap perekonomian secara keseluruhan,” tutur Tika.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 51 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia