Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Optimis Daya Beli Masyarakat Indonesia Bangkit pada Kuartal III-2025

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
20 Mei 2025 | 11:58 WIB
BAGIKAN
Pekerja melihat gedung perkantoran di Jakarta, Jumat (3/5/2024). (Foto: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A/foc)
Pekerja melihat gedung perkantoran di Jakarta, Jumat (3/5/2024). (Foto: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A/foc)

JAKARTA, investor.id – Ekonom Senior sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengungkapkan peluang daya beli masyarakat Indonesia dapat segera bangkit pada kuartal III-2025. Sebelumnya, perlemahan daya beli masyarakat telah terjadi selama empat kuartal berturut-turut hingga kuartal I-2025 terakhir.

Menurutnya, di tengah penurunan daya beli masyarakat yang kian terancam dengan kondisi eksternal seperti perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) serta tarif impor Presiden AS Donald Trump, penguatan sektor domestik dinilai dapat menjadi bantalan ekonomi.

"Saya kira dengan situasi ini seharusnya kita bisa rebound pada kuartal ketiga atau keempat, dengan tentu saja daya dorong dari kebijakan pemerintah yang lebih tepat ke depannya," ungkap Tauhid, dalam program BeritaSatu TV "Investor Market Today", Senin (19/5/2025).

ADVERTISEMENT

Ada pun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 melambat ke 4,87% secara tahunan (year on year/ YoY), sementara mengalami penurunan 0,98% secara kuartalan (QoQ). Berdasarkan sektor pengeluaran, konsumsi rumah tangga di kuartal I-2025 yang tumbuh 4,89% secara YoY menunjukkan pendorong terbesar perekonomian di awal 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh momentum puasa dan Lebaran.

Meski demikian, pertumbuhan itu tidak cukup mendongkrak konsumsi rumah tangga yang mencerminkan daya beli masyarakat masih lemah. Konsumsi rumah tangga melambat dibandingkan kuartal I-2024 yang sebesar 4,91% secara YoY, maupun dibandingkan kuartal IV-2024 yang sebesar 4,98% secara YoY. 

Selain faktor eksternal, kata Tauhid Ahmad, faktor internal juga turut mempengaruhi daya beli masyarakat. Misalnya faktor efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah yang juga memberikan efek berlipat ganda (multiplier effect) kepada sejumlah sektor, mulai dari industri makanan-minuman, hotel dan restoran, hingga media massa.

"Jadi ini memang pengaruh ke banyak hal termasuk mungkin tidak hanya media tapi sektor akomodasi, makan, minum, termasuk hotel dan restoran juga terdampak," tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia