Ekonom Optimis Daya Beli Masyarakat Indonesia Bangkit pada Kuartal III-2025
JAKARTA, investor.id – Ekonom Senior sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengungkapkan peluang daya beli masyarakat Indonesia dapat segera bangkit pada kuartal III-2025. Sebelumnya, perlemahan daya beli masyarakat telah terjadi selama empat kuartal berturut-turut hingga kuartal I-2025 terakhir.
Menurutnya, di tengah penurunan daya beli masyarakat yang kian terancam dengan kondisi eksternal seperti perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) serta tarif impor Presiden AS Donald Trump, penguatan sektor domestik dinilai dapat menjadi bantalan ekonomi.
"Saya kira dengan situasi ini seharusnya kita bisa rebound pada kuartal ketiga atau keempat, dengan tentu saja daya dorong dari kebijakan pemerintah yang lebih tepat ke depannya," ungkap Tauhid, dalam program BeritaSatu TV "Investor Market Today", Senin (19/5/2025).
Ada pun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 melambat ke 4,87% secara tahunan (year on year/ YoY), sementara mengalami penurunan 0,98% secara kuartalan (QoQ). Berdasarkan sektor pengeluaran, konsumsi rumah tangga di kuartal I-2025 yang tumbuh 4,89% secara YoY menunjukkan pendorong terbesar perekonomian di awal 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh momentum puasa dan Lebaran.
Meski demikian, pertumbuhan itu tidak cukup mendongkrak konsumsi rumah tangga yang mencerminkan daya beli masyarakat masih lemah. Konsumsi rumah tangga melambat dibandingkan kuartal I-2024 yang sebesar 4,91% secara YoY, maupun dibandingkan kuartal IV-2024 yang sebesar 4,98% secara YoY.
Selain faktor eksternal, kata Tauhid Ahmad, faktor internal juga turut mempengaruhi daya beli masyarakat. Misalnya faktor efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah yang juga memberikan efek berlipat ganda (multiplier effect) kepada sejumlah sektor, mulai dari industri makanan-minuman, hotel dan restoran, hingga media massa.
"Jadi ini memang pengaruh ke banyak hal termasuk mungkin tidak hanya media tapi sektor akomodasi, makan, minum, termasuk hotel dan restoran juga terdampak," tandasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






