Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Alokasikan Anggaran  Rp 761 Triliun untuk Pendidikan pada tahun 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
21 Mei 2025 | 11:45 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan pada konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan pada konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

JAKARTA,investor.id - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus pembangunan di tahun 2026. Oleh karena itu pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 727 triliun hingga Rp 761 triliun dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2026 untuk meningkatkan kualitas SDM.

Dana tersebut akan digunakan untuk  menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing melalui penguatan sekolah unggulan, sekolah rakyat, perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan angka partisipasi kasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan perguruan tinggi, penguatan kualitas tenaga pengajar, serta penguatan vokasional.

“Berbagai program unggulan tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses, kualitas, dan menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR pada Selasa (21/5/2025).

ADVERTISEMENT

Pengembangan SDM dilakukan  melalui program pendidikan, terutama berbasis Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Rekayasa), dan Mathematics (Matematika) atau STEM untuk mengejar ketertinggalan industri dan memacu kemajuan lebih tinggi.

Untuk sektor kesehatan pemerintah menglaokasikan anggaran pada kisaran Rp181 triliun hingga Rp228 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk menunjang perbaikan produktivitas dengan peningkatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai asuransi kesehatan guna meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan meminimalkan beban biaya kesehatan masyarakat.

“Di sisi lain, anggaran kesehatan juga diarahkan untuk efektivitas program pemeriksaan kesehatan gratis; akselerasi penurunan stunting dan kasus penyakit menular; penguatan fasilitas kesehatan; serta penambahan bantuan gizi bagi balita dan ibu hamil,” tutur Sri Mulyani.

Lebih lanjut, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada dalam kisaran 6,5% – 7,5%  pada tahun 2026. Angka ini menjadi tantangan bagi pemerintah karena lebih ambisius dari target tahun 2025 yang dalam kisaran 7-8%.  Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) ditargetkan dalam rentang 4,44% – 4,96% atau lebih rendah dibandingkan target 2025 di 4,5% – 5,0%. Rasio gini ditargetkan terus membaik, dalam rentang 0,377 – 0,380 dibandingkan target 2025 di kisaran 0,379 – 0,382. Indeks Modal Manusia (IMM) juga ditargetkan membaik ke 0,57 dari target 2025 sebesar 0,56.

“Kebijakan fiskal terus efektif mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan, termasuk mewujudkan angka kemiskinan yang semakin rendah,” ucap Sri Mulyani.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia