Jumat, 15 Mei 2026

LPEM FEB UI Sebut Efisiensi Anggaran Belum Berdampak Baik ke Ekonomi Indonesia

Penulis : Grace El Dora
27 Mei 2025 | 17:59 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengumumkan efisiensi anggaran akan tetap dilakukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, belanja negara 2026 dialokasikan pada kisaran 14.19% hingga 14.75% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Direktur LPEM FEB UI Jahen Fachrul Rezki mengatakan keputusan pemerintah untuk menjaga kondisi fiskal dan mengalokasikan anggaran ke sektor-sektor prioritas adalah kebijakan yang dapat dipahami. Namun, pemerintah juga harus mencermati dampak negatif yang tercermin dari ekonomi masyarakat Indonesia saat ini.

"Kalau dalam pelaksanaannya efisiensi malah memberikan dampak negatif, ternyata uang yang dipakai tidak mampu menggenjot perekonomian, dan ternyata dipakai ke sektor yang relatif kurang profuksif, maka akan berimplikasi terhadap perekonomian kita. Kalau memang pemerintah merasa bahwa efisiensi perlu dilanjutkan, mungkin pesan utamanya adalah perlu evaluasi mendalam," terang Jahen Fachrul Rezki kepada B Universe secara daring, Selasa (27/5/2025).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Jahen menyoroti dampak efisiensi yang telah dilakukan oleh pemerintah pada saat ini. Baru-baru ini, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi domestik pada Q1 2025 berada pada level 4.87%. Menurutnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik ini adalah alarm bagi pemerintah untuk berhati-hati dalam kebijakannya.

Ia melanjutkan, sebanyak 10% dari PDB dipengaruhi oleh belanja pemerintah. Sehingga jika pemerintah mengurangi belanjanya, maka akan berdampak pada sektor swasta.

"Pada kuartal I terjadi perlambatan, tidak hanya di belanja pemerintah tapi juga di konsumsi masyarakat. Pemerintah sejatinya perlu melakasanakan evaluasi yang mendalam. Perlu dipastikan agar nanti realokasi ini ataupun efisiensi ini tidak mematikan sektor-sektor yang sangat bergantung kepada spending perintah," tegas Jahen.

Terakhir, Jahen menilai objektif pemerintah untuk mengalokasikan anggaran efisiensi untuk membiayai program pemerintah yang bersifat populis, belum terlihat hasilnya.

"Melihat beberapa kejadian dalam beberapa periode terakhir, kita belum mampu memastikan apakah kebijakan ini mencapai objektifnya. Misalnya program MBG, apakah benar mampu menghidupkan ekonomi lokal? Sepertinya belum terlalu terefleksikan di dalam beberapa indikator makroekonomi. Atau juga misalnya realokasi anggaran untuk menopang sektor-sektor produktif lainnya, Belum terlalu terlihat di data. Banyak sektor-sektor yang mengalami perlambatan di Q1 2025," tutup Jahen.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 55 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia