Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8% pada 2026, Indef: Strateginya Harus Jelas

Penulis : Arnoldus Kristianus
28 Mei 2025 | 16:04 WIB
BAGIKAN
Warga membeli ikan laut di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Warga membeli ikan laut di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2% sampai 5,8%. Target tinggi itu memang harus ditempuh untuk mencapai visi pertumbuhan 8%, namun strategi yang disusun juga mesti jelas.

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di masa depan maka setidaknya target pertumbuhan ekonomi perlu dipasang sebesar 5,8% di tahun 2026 nanti. Perlu upaya ekstra untuk mengakselerasi perekonomian di 2026, mengingat pertumbuhan ekonomi saat ini menjauh dari target 5%.

“Kita harus berani memasang target lebih optimis tetapi tetap realistis. Harapannya nanti target APBN 2026 di 5,8% karena kita punya PR (Pekerjaan Rumah) untuk bisa menciptakan lapangan kerja lebih banyak,” kata Eko dalam diskusi virtual pada Rabu (28/5/2025).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 mencapai 4,87%. Jika dibandingkan dengan kuartal IV-2024 perekonomian Indonesia terkontraksi 0,98%. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus bekerja keras untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi agar dapat mencapai 5,2% di akhir tahun 2025 nanti.

“Titik kritisnya walaupun kita punya target 5,2% tetapi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2025 hanya 4,87%. Itu yang saya bilang kita menjauh dari target 5%, sehingga kalau efektif kebijakannya bisa mengoptimalkan perekonomian di atas 5%,” kata Eko.

Eko juga mengatakan seharusnya pemerintah bisa menargetkan pertumbuhan tahun 2026 yang yang lebih optimis dengan disertai strategi yang lebih jelas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Harapannya di KEM PPKF untuk aspek pertumbuhan ekonomi ini pemerintah bisa menargetkan yang lebih optimis dengan disertai strategi yang lebih clear, jangan muluk-muluk tetapi lebih riil menggerakan ekonomi domestik. Karena kita tahu masalahnya kalau ini kita bedah,” ujar Eko.

Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8% pada 2026, Indef: Strateginya Harus Jelas
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dekade. (Ilustrasi: Investor Daily)

Saat ini pemerintah masih menghadapi tantangan besar dari sisi perekonomian dalam negeri yaitu konsumsi rumah tangga yang terpukul. Konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Saat sektor tersebut tidak optimal, maka menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“KEM PPKF harusnya menjawab tantangan bagaimana mendorong konsumsi. Di sisi sektoral kita lihat pertumbuhan industri hanya 4,5% di bawah pertumbuhan ekonomi dan ini butuh upaya mendorong. Kalau hal ini lebih banyak dielaborasi dalam KEM PPKF maka sedikit memberikan optimisme bagi pasar bagi pelaku ekonomi terutama di tahun depan dalam menghadapi situasi penuh ketidakpastian,” terang Eko.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia