Pemerintah Sudah Kucurkan Rp 46,9 Triliun untuk Jaga Ketahanan Pangan
JAKARTA,investor.id - Pemerintah telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 46,9 triliun untuk ketahanan pangan pada semester I-2025. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) terjadi pertumbuhan 47,5%. Anggaran ini digunakan untuk mendorong produksi dan stok pangan nasional.
“Pertumbuhan tahunan realisasi anggaran ketahanan pangan pada semester I-2025 mencapai 47,5%. Angka ini cukup tinggi, tahun lalu tumbuh 31,4% dan tahun ini lebih tinggi lagi menjadi 47,5%,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR pada Selasa (2/7/2025).
Bila dirinci realisasi anggaran untuk mencetak sawah dan intensifikasi lahan 51,3 ribu ha mencapai Rp 2,3 triliun; untuk irigasi mencapai Rp 1,3 triliun; membangun bendungan memakan anggaran Rp 1,4 triliun; hingga bantuan alsintan dan sarana produksi pertanian menggunakan anggaran Rp 2,6 triliun.
Pemerintah juga menyalurkan anggaran sebesar Badan Urusan Logistik (Bulog) sebesar Rp 16,6 triliun. Anggaran ini untuk melakukan stabilisasi harga gabah senilai Rp 10,7 triliun dan stabilisasi harga beras sebesar Rp 5,9 triliun.
“Stok beras yang dipegang oleh Bulog mencapai 4,1 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir selama Bulog beroperasi,” tutur Sri Mulyani.
Pemerintah juga membelanjakan anggaran sebesar Rp 10,3 triliun untuk menyediakan 3,7 ton pupuk bersubsidi. Dari pelaksanaan tersebut tercatat produksi beras nasional periode Januari sampai Juni 2025 meningkat 13,2% secara tahunan. Penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi melalui pemangkasan 145 Regulasi sehingga terjadi peningkatan produktivitas.
“Ini adalah salah satu operasi dengan deregulasi dengan jumlah pupuk yang sama tetapi cara yang berbeda sehingga memberikan hasil yang berbeda,” terang Sri Mulyani.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






