Jumat, 15 Mei 2026

Kemenkeu Prediksi PPN dan PPnBM Hanya Terkumpul Rp 895,9 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
2 Jul 2025 | 17:14 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kemenkeu, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Foto ilustrasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kemenkeu, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan realisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) akan mencapai Rp 895,9 triliun pada akhir tahun 2025 nanti. Artinya, penerimaan PPN dan PPnBM hanya mencapai 94,8% dari target penerimaan jenis pajak tersebut yang sebesar Rp 945,1 triliun.

Beberapa tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengumpulkan penerimaan negara yaitu restitusi di awal tahun 2025, harga komoditas yang mengalami pelemahan, serta penyesuaian kebijakan atas tarif PPN 12% yang hanya terbatas untuk barang mewah.

“Selama semester I-202 penerimaan PPN dan PPnBM terealisasi sebesar Rp 267,26 triliun atau 28,3% terhadap APBN 2025. Capaian tersebut terkontraksi 19,7% terutama dipengaruhi oleh restitusi yang meningkat signifikan,” dikutip dari Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester I-2025 pada Rabu (2/7/2025).

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, kinerja penerimaan PPN juga dipengaruhi oleh penerimaan deposit pajak yang sementara ini ditampung di pajak Lainnya. Meskipun demikian, laju pertumbuhan secara bruto masih menunjukkan kinerja positif, yang menggambarkan aktivitas ekonomi domestik yang masih terjaga.

Lalu pada semester II-2025, realisasi PPN dan PPnBM diperkirakan akan mencapai Rp 628,6 triliun atau 66,5% dari pagu. Kinerja PPN ditopang pertumbuhan yang baik pada sektor aktivitas jasa keuangan, pertambangan minyak bumi dan gas alam, dan perdagangan eceran bukan di toko.

Realisasi penerimaan negara semester I-2025 mencapai Rp 1.201,8 triliun terbagi dalam penerimaan perpajakan sebesar Rp 978,3 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 222,9 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp 600 miliar. Penerimaan perpajakan terbagi dalam penerimaan pajak sebesar Rp 831,26 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 147 triliun.

Dengan memperhitungkan realisasi semester I-2025, penerimaan perpajakan akhir tahun diperkirakan akan mencapai Rp 2.387,2 triliun atau tumbuh 7% dibandingkan tahun 2024. Dengan demikian prognosis penerimaan perpajakan dalam Semester II tahun 2025 diperkirakan sebesar Rp 1.408,9 triliun atau tumbuh 17%, yang dikontribusikan baik dari penerimaan pajak maupun kepabeanan dan cukai.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 50 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 54 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia