Kemenkeu Prediksi PPN dan PPnBM Hanya Terkumpul Rp 895,9 Triliun
JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan realisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) akan mencapai Rp 895,9 triliun pada akhir tahun 2025 nanti. Artinya, penerimaan PPN dan PPnBM hanya mencapai 94,8% dari target penerimaan jenis pajak tersebut yang sebesar Rp 945,1 triliun.
Beberapa tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengumpulkan penerimaan negara yaitu restitusi di awal tahun 2025, harga komoditas yang mengalami pelemahan, serta penyesuaian kebijakan atas tarif PPN 12% yang hanya terbatas untuk barang mewah.
“Selama semester I-202 penerimaan PPN dan PPnBM terealisasi sebesar Rp 267,26 triliun atau 28,3% terhadap APBN 2025. Capaian tersebut terkontraksi 19,7% terutama dipengaruhi oleh restitusi yang meningkat signifikan,” dikutip dari Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester I-2025 pada Rabu (2/7/2025).
Di sisi lain, kinerja penerimaan PPN juga dipengaruhi oleh penerimaan deposit pajak yang sementara ini ditampung di pajak Lainnya. Meskipun demikian, laju pertumbuhan secara bruto masih menunjukkan kinerja positif, yang menggambarkan aktivitas ekonomi domestik yang masih terjaga.
Lalu pada semester II-2025, realisasi PPN dan PPnBM diperkirakan akan mencapai Rp 628,6 triliun atau 66,5% dari pagu. Kinerja PPN ditopang pertumbuhan yang baik pada sektor aktivitas jasa keuangan, pertambangan minyak bumi dan gas alam, dan perdagangan eceran bukan di toko.
Realisasi penerimaan negara semester I-2025 mencapai Rp 1.201,8 triliun terbagi dalam penerimaan perpajakan sebesar Rp 978,3 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 222,9 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp 600 miliar. Penerimaan perpajakan terbagi dalam penerimaan pajak sebesar Rp 831,26 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 147 triliun.
Dengan memperhitungkan realisasi semester I-2025, penerimaan perpajakan akhir tahun diperkirakan akan mencapai Rp 2.387,2 triliun atau tumbuh 7% dibandingkan tahun 2024. Dengan demikian prognosis penerimaan perpajakan dalam Semester II tahun 2025 diperkirakan sebesar Rp 1.408,9 triliun atau tumbuh 17%, yang dikontribusikan baik dari penerimaan pajak maupun kepabeanan dan cukai.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






