Jumat, 15 Mei 2026

Sri Mulyani Ungkap Cara Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,8%

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Jul 2025 | 21:45 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua DK OJK Mahendra Siregar (kanan) menyampaikan paparan pada Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua DK OJK Mahendra Siregar (kanan) menyampaikan paparan pada Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi akan berada dalam rentang 5,2% sampai 5,8% dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2026. Namun upaya tersebut baru bisa dicapai bila pemerintah bisa mendongkrak kinerja komponen pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Untuk tahun 2026, target growth-nya antara 5,2 hingga 5,8% maka PR (Pekerjaan Rumah) untuk masing-masing komponen kontributor growth harus semakin tinggi lagi,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR pada Kamis (3/7/2025).

Komponen konsumsi rumah tangga diharapkan tumbuh 5,5% pada tahun 2026 nanti. Menurut Sri Mulyani, untuk mencapai tingkat pertumbuhan di angka itu, tidak bisa dilakukan hanya melalui pemberian bantuan sosial tetapi harus mendongkrak penciptaan lapangan kerja. Langkah tersebut akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Inflasi harus tetap rendah, daya beli terjaga tetapi juga menghadirkan penciptaan lapangan kerja dengan upah yang baik. Itu yang akan bisa menopang konsumsi rumah tangga yang bisa tumbuh di 5,5%,” kata Sri Mulyani.

Sementara komponen investasi tumbuh di angka 5,9% agar pertumbuhan ekonomi bisa berada di rentang 5,2% sampai 5,8%. Lalu pertumbuhan ekspor ditargetkan pada angka 6,8% di tahun 2026. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam menggenjot kinerja ekspor adalah penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat terhadap Indonesia.

“Selama ini ekspor kita cukup baik di kisaran 6–6,5% jadi untuk ekspor relatif mungkin terjaga, kecuali kalau pelaksanaan dari tarifnya Presiden Trump yang tanggal 9 Juli ini adalah deadline terakhir,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani Ungkap Cara Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,8%
Ilustrasi: Investor Daily

Pertumbuhan industri pengolahan ditargetkan berada pada angka 5,3%. Lalu sektor perdagangan diharapkan tumbuh 5,7%. Sektor konstruksi ditargetkan tumbuh 5,4% dan sektor pertanian diharapkan tumbuh 6,5%.

“Ini adalah target pertumbuhan aspirasi yang harus ditopang dengan sejumlah kebijakan.Apakah itu di bidang investasi, apakah itu di bidang diregulasi, apakah di bidang menjaga daya beli masyarakat melalui inflasi rendah, itu semua harus dilakukan,” tegas Sri Mulyani.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia