Trump Bergeming, Lili Yan Ing: Sesuai Perkiraan
JAKARTA, investor.id – Amerika Serikat (AS) memutuskan tarif bea masuk terhadap barang-barang Indonesia sebesar 32% mulai 1 Agustus 2025. Angka itu tak berubah meskipun negosiasi telah berlangsung sejak pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu, 2 April 2025 lalu.
Donald Trump dalam suratnya kepada Presiden Prabowo Subianto menyatakan, AS berkomitmen kepada Indonesia untuk melanjutkan kerja sama perdagangan. Namun, fakta bahwa AS mencatat defisit perdagangan yang signifikan terhadap Indonesia juga menjadi perhatian. Ia meminta hubungan perdagangan yang lebih adil dan seimbang.
“Hubungan kita, sayangnya, jauh dari timbal balik. Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan Tarif kepada Indonesia hanya sebesar 32% pada setiap dan semua produk Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat, terpisah dari semua tarif sektoral,” kata Trump melalui platform Trust Social, dikutip Selasa (8/6/2025).
Surat Trump menandai keputusan AS atas negosiasi yang telah dijalin bersama Indonesia sekitar tiga bulan belakangan ini. Padahal, Indonesia sendiri dalam penawarannya telah habis-habisan menyodorkan rencana belanja impor dan investasi sampai dengan US$ 34 miliar, bahkan melampaui defisit perdagangan yang dialami AS terhadap Indonesia sebesar US$ 19 miliar.
Secretary General of the International Economic Association, Lili Yan Ing menyebut, hasil negosiasi itu sesuai dengan perkiraannya. Tarif yang tak berubah kendati negosiasi berlangsung adalah bukti bagi Indonesia menemui jalan buntu. Trump tak mendengarkan Indonesia maupun Asean.
“Seperti yang diperkirakan, Trump tidak akan mendengarkan Indonesia, Asean, atau negara lain mana pun. Berinteraksi langsung dengannya adalah jalan buntu,” ungkap Lili kepada investor.id pada Selasa (8/6/2025).
Sebagai jalan alternatif, Lili menyarankan Indonesia dan Asean harus bekerja melalui perusahaan-perusahaan AS di kawasan. Mereka telah berinvestasi secara mendalam dan telah mendapat keuntungan triliunan dolar di Indonesia dan Asean.
“Perusahaan-perusahaan ini—yang memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan di Asia Tenggara—merupakan saluran paling efektif Asean untuk mempengaruhi Washington dan memastikan suaranya didengar,” ujar Lili.
Lili sebelumnya pada Rabu (30/4/2025) sempat mengingatkan Indonesia dan negara-negara Asean lain supaya lebih agresif dan tajam dalam menjalankan strategi negosiasi dengan AS. Ini juga dimaksudkan untuk Indonesia bersama Asean berperan lebih jauh menekan risiko dampak ketidakpastian global akibat kebijakan tarif AS.
Indonesia dan Asean sadar betul bahwa perusahaan-perusahaan AS telah banyak diuntungkan dari perdagangan dan investasi di wilayah ini. Oleh karena itu, narasi tentang perusahaan-perusahaan asal AS itu dapat juga dimanfaatkan dalam negosiasi.
“Trump tidak peduli dengan Indonesia, dia tidak peduli dengan Asean, dia hanya mendengarkan koloni-koloninya saja,” kata Lili ditemui usai menghadiri Investor Daily Roundtable di Hotel The Westin Jakarta.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






