Jumat, 15 Mei 2026

Trump Bergeming, Lili Yan Ing: Sesuai Perkiraan

Penulis : Prisma Ardianto
8 Jul 2025 | 12:42 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Secretary General International Economic Association, Lili Yan Ing dalam Investor Daily Roundtable sesi Fireside Chat dengan tema "Antara AS-China: Strategi Indonesia", Jakarta, Rabu (30/4/2025). (Investor Daily/David Gita Roza)
Foto ilustrasi. Secretary General International Economic Association, Lili Yan Ing dalam Investor Daily Roundtable sesi Fireside Chat dengan tema "Antara AS-China: Strategi Indonesia", Jakarta, Rabu (30/4/2025). (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Amerika Serikat (AS) memutuskan tarif bea masuk terhadap barang-barang Indonesia sebesar 32% mulai 1 Agustus 2025. Angka itu tak berubah meskipun negosiasi telah berlangsung sejak pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu, 2 April 2025 lalu.

Donald Trump dalam suratnya kepada Presiden Prabowo Subianto menyatakan, AS berkomitmen kepada Indonesia untuk melanjutkan kerja sama perdagangan. Namun, fakta bahwa AS mencatat defisit perdagangan yang signifikan terhadap Indonesia juga menjadi perhatian. Ia meminta hubungan perdagangan yang lebih adil dan seimbang.

“Hubungan kita, sayangnya, jauh dari timbal balik. Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan Tarif kepada Indonesia hanya sebesar 32% pada setiap dan semua produk Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat, terpisah dari semua tarif sektoral,” kata Trump melalui platform Trust Social, dikutip Selasa (8/6/2025).

ADVERTISEMENT

Surat Trump menandai keputusan AS atas negosiasi yang telah dijalin bersama Indonesia sekitar tiga bulan belakangan ini. Padahal, Indonesia sendiri dalam penawarannya telah habis-habisan menyodorkan rencana belanja impor dan investasi sampai dengan US$ 34 miliar, bahkan melampaui defisit perdagangan yang dialami AS terhadap Indonesia sebesar US$ 19 miliar.

Secretary General of the International Economic Association, Lili Yan Ing menyebut, hasil negosiasi itu sesuai dengan perkiraannya. Tarif yang tak berubah kendati negosiasi berlangsung adalah bukti bagi Indonesia menemui jalan buntu. Trump tak mendengarkan Indonesia maupun Asean.

“Seperti yang diperkirakan, Trump tidak akan mendengarkan Indonesia, Asean, atau negara lain mana pun. Berinteraksi langsung dengannya adalah jalan buntu,” ungkap Lili kepada investor.id pada Selasa (8/6/2025).

Trump Bergeming, Lili Yan Ing: Sesuai Perkiraan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato dalam acara pengumuman tarif baru di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, AS pada Rabu (2/4/2025). (Foto: AP/ Mark Schiefelbein)

Sebagai jalan alternatif, Lili menyarankan Indonesia dan Asean harus bekerja melalui perusahaan-perusahaan AS di kawasan. Mereka telah berinvestasi secara mendalam dan telah mendapat keuntungan triliunan dolar di Indonesia dan Asean.

“Perusahaan-perusahaan ini—yang memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan di Asia Tenggara—merupakan saluran paling efektif Asean untuk mempengaruhi Washington dan memastikan suaranya didengar,” ujar Lili.

Lili sebelumnya pada Rabu (30/4/2025) sempat mengingatkan Indonesia dan negara-negara Asean lain supaya lebih agresif dan tajam dalam menjalankan strategi negosiasi dengan AS. Ini juga dimaksudkan untuk Indonesia bersama Asean berperan lebih jauh menekan risiko dampak ketidakpastian global akibat kebijakan tarif AS.

Indonesia dan Asean sadar betul bahwa perusahaan-perusahaan AS telah banyak diuntungkan dari perdagangan dan investasi di wilayah ini. Oleh karena itu, narasi tentang perusahaan-perusahaan asal AS itu dapat juga dimanfaatkan dalam negosiasi.

“Trump tidak peduli dengan Indonesia, dia tidak peduli dengan Asean, dia hanya mendengarkan koloni-koloninya saja,” kata Lili ditemui usai menghadiri Investor Daily Roundtable di Hotel The Westin Jakarta.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia