Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Masuk Jebakan Trump

Penulis : Prisma Ardianto
8 Jul 2025 | 16:42 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Bloomberg)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA, investor.id – Negosiator Perdagangan Utama Indonesia periode 2012-2020, Iman Pambagyo menyebut Indonesia telah memakan umpan Amerika Serikat (AS) karena terus mencoba mencapai ‘kesepakatan yang baik’ dalam negosiasi tarif. Indonesia pun terjebak dalam permainan yang dirancang Presiden AS Donald Trump.

Donald Trump melalui suratnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (7/7/2025) waktu setempat, menyatakan akan mengenakan tarif bea masuk sebesar 32% terhadap produk-produk Indonesia di AS, mulai 1 Agustus 2025. Tak sampai disana, ia mengingatkan agar Indonesia tidak melawan dengan menerapkan tarif balasan kepada AS.

Di sela-sela surat itu, Trump melontarkan sanjungan kepada Indonesia sebagai “negara yang hebat”. Trump menyatakan ingin melanjutkan kerja sama perdagangan kedua negara dan mau berkompromi terhadap Indonesia. Sebagai syaratnya, Indonesia harus membangun pabrik di AS. Ia pun menjanjikan izin proyek bisa diselesaikan dalam kurun sepekan.

ADVERTISEMENT

Merespons sederet pujian yang disusupi ancaman Trump itu, tim negosiasi Indonesia menyatakan tak akan membalas. Indonesia memilih kembali menempuh jalur diplomasi untuk mencapai ‘kesepakatan terbaik’. Negosiasi kembali bergulir.

Menurut Iman, pengumuman Trump seharusnya tidak mengejutkan bagi siapa pun yang telah mengikuti agenda perdagangan periode kedua pemerintahannya. Hal yang menjadi mengejutkan adalah sikap dan pendekatan dari pemerintah Indonesia.

“Yang mengejutkan, bagaimanapun, adalah bagaimana Indonesia terus mempertahankan ilusi bahwa menawarkan ‘kesepakatan yang baik’ kepada Washington akan melindunginya dari Trump's Economic Nationalism,” ungkap Iman kepada investor.id, Selasa (8/7/2025).

Indonesia Masuk Jebakan Trump
Neraca perdagangan RI. (lustrasi: Investor Daily)

Menurut dia, selama berbulan-bulan, Indonesia bekerja di belakang layar untuk meyakinkan pemerintahan Trump bahwa Indonesia adalah mitra dagang yang dapat diandalkan dan adil. Telah berlangsung diplomasi diam-diam, mencari konsesi perdagangan, dan bahkan menawarkan akses pasar secara terbuka kepada AS.

“Namun, dengan gaya khas Trump, gestur-gestur tersebut tidak disambut dengan apresiasi, melainkan dengan ketidakpedulian—bahkan penghinaan,” ujar Iman.

Iman melihat bahwa apa yang terjadi pada pengenaan tarif 32% untuk Indonesia bukan sebuah kesalahan dari Washington. Sebaliknya, Indonesia harus membuka mata bahwa ini adalah penanda nyata bahwa kebijakan tarif Trump bukan tentang keadilan, timbal balik, atau negosiasi, melainkan menyangkut pencitraan, pengaruh, dan politik dalam negeri.

Sebab, memasukkan Indonesia dalam daftar tarif terbaru—bersama negara-negara yang memiliki hubungan perdagangan yang jauh lebih kontroversial dengan AS—menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini kurang tertarik pada kondisi sebenarnya. Pemerintah coba menghindari tekanan yang lebih luas. Sementara yang akan menanggung biayanya adalah eksportir, pekerja, dan industri hilir Indonesia—serta tentu saja industri dan pelanggan AS sendiri.

“Hasil ini dapat dihindari. Beberapa dari kami telah memperingatkan bahwa bermain dalam permainan Trump akan menjadi jebakan. Sekarang jebakan itu telah terpicu, pertanyaannya bukan bagaimana memuaskan Washington lebih lanjut, tetapi bagaimana membangun ketahanan yang nyata,” beber Iman.

Dia mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat diversifikasi pasar dan berinvestasi dalam diplomasi perdagangan di luar AS. Ia juga mengajak Indonesia supaya berhenti menganggap bahwa tawaran rasional Indonesia akan berhasil kepada aktor irasional seperti Trump.

“Dalam lanskap perdagangan global yang baru ini, harapan bukanlah strategi. Kesiapanlah yang penting,” tandas Iman.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia