Jumat, 15 Mei 2026

AS Kepincut Proyek Hilirisasi Indonesia

Penulis : Addin Anugrah Siwi
11 Jul 2025 | 16:14 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick (kanan) dalam pertemuan di Washington D.C, Rabu, (9/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick (kanan) dalam pertemuan di Washington D.C, Rabu, (9/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, investor.id – Amerika Serikat (AS) serius untuk menggarap sumber daya mineral kritis (critical mineral) di Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia mendorong kerja sama dan investasi strategis AS ikut dalam proyek hilirisasi.

Dalam pertemuan bilateral di Washington D.C., Rabu (9/7/2025), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengembangkan investasi bersama AS dalam pengolahan komoditas sumber daya alam mineral kritis seperti nikel, mangan, kobalt, dan tembaga.

Ketertarikan tinggi dari pihak AS terhadap potensi sumber daya alam Indonesia menjadi pintu masuk bagi peluang hilirisasi bersama. Pemerintah AS disebut sangat antusias menjajaki kemitraan di sektor ini.

ADVERTISEMENT

“Pihak AS menunjukkan ketertarikan yang kuat untuk mendorong kemitraan di bidang critical minerals. Kita perlu mengoptimalkan potensi kerja sama dan investasi dalam pengolahan critical minerals tersebut bersama-sama,” ujar Airlangga dalam siaran pers Kemenko Perekonomian, Kamis (10/7).

Pembahasan kerja sama ini merupakan bagian dari agenda besar perundingan tarif bea masuk impor yang tengah dijajaki Indonesia dan AS menjelang 1 Agustus 2025, seperti tenggat yang diberikan Presiden Donald Trump.

Selain membahas soal tarif, kedua pihak juga menyoroti peluang kolaborasi jangka panjang di sektor energi, perdagangan digital, hingga penguatan rantai pasok strategis.

Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi hilirisasi Indonesia, yang menargetkan nilai tambah dari sektor pertambangan untuk memperkuat industri dalam negeri serta daya saing ekspor. Pemerintah berharap kemitraan dengan AS dapat membuka akses teknologi, pasar, dan investasi baru, khususnya dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi bersih.

Dalam lawatan ke Washington D.C., Menko Airlangga didampingi Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia