Jumat, 15 Mei 2026

Di Sela Nego Tarif AS, Indonesia Bahas Perjanjian Perdagangan dengan UE dan Eurasia

Penulis : Prisma Ardianto
11 Jul 2025 | 18:08 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dan pembahasan strategis secara virtual dengan dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security Maros Sefcovic terkait perjanjian IEU-CEPA di Washington D.C, Amerika Serikat, Rabu (9/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dan pembahasan strategis secara virtual dengan dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security Maros Sefcovic terkait perjanjian IEU-CEPA di Washington D.C, Amerika Serikat, Rabu (9/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, investor.id – Di sela-sela negosiasi tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS), Indonesia juga melangsungkan pembicaraan untuk mempercepat perjanjian dagang dengan Uni Eropa dan Eurasia. Pembicaraan itu salah satunya dalam rangka memperluas pasar ekspor Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dan pembahasan strategis terkait dengan percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security Maros Sefcovic secara virtual dari Washington D.C, Amerika Serikat, Rabu (9/7/2025). Ini adalah tindak lanjut dari pertemuan dengan Komisioner Maros di Brussels pada Juni 2025

Dalam keterangan resmi pada Jumat (11/7/2025), kedua pihak disebut terus melakukan pembahasan bersama guna memastikan penyelesaian IEU-CEPA. Kesepakatan melalui IEU-CEPA ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral yang saling menguntungkan.

ADVERTISEMENT

Hubungan dagang Indonesia-UE terus berkembang, dengan nilai perdagangan sebesar US$ 30,1 miliar pada 2024. Sebagai mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia, UE juga melihat Indonesia sebagai mitra dagang ke-33. Adapun surplus perdagangan Indonesia terhadap Uni Eropa meningkat pesat, mencapai US$ 4,5 miliar pada 2024, naik dari US$ 2,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Kedua pihak menegaskan kembali komitmen untuk membangun dan meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi yang berbasis aturan dan saling menghormati, khususnya di tengah dinamika tantangan global saat ini. IEU-CEPA akan membuka peluang bisnis yang lebih luas, meningkatkan kepastian hukum, serta menyediakan platform strategis untuk memperdalam dialog dan kerja sama di berbagai isu ekonomi penting yang relevan saat ini.

Saat ini, proses perundingan telah mencapai tahap yang sangat maju. Indonesia dan UE tengah melakukan finalisasi isu-isu teknis, fine-tunning dan menyusun kerangka waktu yang lebih detail untuk mencapai tahap ratifikasi IEU-CEPA.

Komisioner Maros juga menjelaskan proses ratifikasi IEU-CEPA di internal UE. Berbeda dengan perjanjian lain yang memerlukan ratifikasi oleh masing-masing negara anggota UE, proses untuk perjanjian ini hanya memerlukan persetujuan di tingkat UE—melalui suara mayoritas dari para Menteri Perdagangan dan persetujuan Parlemen Eropa.

Sejalan dengan Indonesia, Uni Eropa juga menekankan pentingnya percepatan implementasi perjanjian ini, mengingat urgensi menciptakan stabilitas dan memperluas akses pasar di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini. Kedua pihak memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dan membangun kemitraan strategis yang dapat diandalkan.

Pembicaraan dengan Eurasia

Di samping itu, Menko Airlangga juga kembali mengadakan pertemuan secara daring dengan Member of the Board–Minister in Charge of Trade of the Eurasian Economic Commission (EEC) Andrey Slepnev, pada Rabu (9/7/2025). Ini jadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan berbagai negara mitra dan kawasan strategis dunia.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari proses perundingan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

Sebelumnya, kedua menteri bertemu pada pertemuan bilateral pada 29 Mei 2025 di Jakarta, serta pertemuan lanjutan di sela-sela acara mendampingi Presiden menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF 2025) pada 20 Juni 2025, yang menghasilkan penandatanganan Joint Statement mengenai penyelesaian secara substansial dari Perundingan FTA tersebut.

Kedua menteri menyampaikan apresiasi kepada Tim Perunding masing-masing atas capaian yang signifikan dalam proses perundingan. Selain itu, keduanya menekankan komitmen kuat untuk segera memulai proses hukum domestik yang diperlukan guna menuju penandatanganan Indonesia-EAEU FTA.

“Kami menyambut baik hasil yang telah dicapai oleh Tim Perunding. Ini menandai langkah penting menuju finalisasi I-EAEU FTA,” ujar Menko Airlangga.

Sementara itu, Menteri Slepnev menyampaikan pandangan serupa dan menegaskan kesiapan internal pihak EAEU untuk menyelesaikan proses legal bersama negara-negara anggota EAEU dalam waktu dekat. “Tim kami siap menjalankan proses sesuai jadwal yang telah disepakati,” ujar Menteri Slepnev.

Kedua pihak menargetkan agar proses legal scrubbing dapat diselesaikan secepatnya, sehingga perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani secara resmi pada Desember 2025.

Adapun hubungan perdagangan Indonesia dan EAEU terus meningkat. Pada I-2025, total perdagangan Indonesia-EAEU melonjak sebesar 84,40% mencapai USD 1,57 miliar. Sedangkan, dari sisi investasi, EAEU merealisasikan investasi senilai US$ 273,7 juta ke Indonesia yang naik hingga dua kali lipat dibandingkan total realisasi pada 2023.

Indonesia dan EAEU memiliki populasi gabungan lebih dari 460 juta jiwa dan menjadi peluang perluasan akses pasar. Menko Airlangga meyakini kerja sama ini merupakan pilar baru dalam diversifikasi pasar dan penguatan ketahanan ekonomi nasional Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia