Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom: Kesepakatan Perdagangan AS-Indonesia Jadi Angin Segar Bagi Perekonomian Indonesia

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Jul 2025 | 13:41 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih, Jumat (11/7/2025) di Washington, AS. (Foto: AP/ Evan Vucci)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih, Jumat (11/7/2025) di Washington, AS. (Foto: AP/ Evan Vucci)

JAKARTA,investor.id - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia dapat membuat pemerintah bernafas lega. Pasalnya tarif bea masuk yang dikenakan turun menjadi 19% dari yang sebelumnya 32%.

Kesepakatan ini menjadi deal yang sangat bagus untuk Indonesia, karena lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia (25%), Vietnam (20% dan 40% transhipment) dan Thailand (36%). Dalam kesepakatan ini, selain menyatakan bahwa Indonesia akan membeli 50 Pesawat Boeing, serta hasil pertanian dan energi, peran strategis Indonesia dalam mineral tanah jarang juga disebutkan.

"Di tengah dunia yang volatil seperti saat ini, adanya kesepakatan ini menjadi angin segar," ucap Fakhrul pada Rabu (16/7/2025).

ADVERTISEMENT

Fakhrul menyatakan ini akan menjadi momentum untuk mengembangkan industri Industrial Estate dan menarik investasi ke Indonesia. Terkait ini, Fakhrul memandang dengan adanya selisih tarif antar Indonesia dan negara lain, seharusnya ada investasi yang bisa pindah ke Indonesia sebesar 200-300 juta dollar dalam satu sampai dua tahun kedepan.

“Waktu konsolidasi sudah hampir selesai, ini saatnya Indonesia harus cari waktu untuk tancap gas,” tegas Fakhrul.

Dia mengatakan  hal yang lebih penting itu adalah pengertian dan statement dari pemerintah Amerika Serikat akan posisi Indonesia. Posisi kita dalam mineral tanah jarang, tembaga dan mineral lainnya menunjukkan posisi tawar Indonesia dimana.  Sumber-sumber inilah yang nantinya akan menjadi posisi tawar di masa yang akan datang.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor sebesar 19% untuk produk asal Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari kesepakatan dagang baru antara AS dan Indonesia.

Dikutip dari Reuters, Trump menyampaikan, kesepakatan dengan Indonesia akan diikuti oleh beberapa kesepakatan lainnya menjelang tenggat 1 Agustus 2025. seiring langkah Trump menekan mitra dagang untuk menyepakati ketentuan yang dinilai lebih ‘adil’ demi menekan defisit perdagangan AS.

Kesepakatan dengan Indonesia memiliki garis besar yang mirip dengan perjanjian yang baru-baru ini dicapai dengan Vietnam, yakni tarif tetap atas ekspor ke AS yang besarnya kira-kira dua kali lipat dari tarif saat ini sebesar 10%, serta tanpa adanya tarif atas ekspor AS ke Indonesia. Kesepakatan itu juga mencakup tarif penalti untuk apa yang disebut sebagai transhipment barang dari China melalui Indonesia, serta komitmen untuk membeli sejumlah produk AS.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia