Kamis, 14 Mei 2026

Prabowo Belum Puas dengan Tarif AS Sebesar 19%

Penulis : Prisma Ardianto
16 Jul 2025 | 20:03 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

JAKARTA, investor.id – Presiden RI Prabowo Subianto menceritakan sedikit gesekan saat bernegosiasi tarif bea masuk impor dalam 17 menit sambungan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Prabowo mengaku tetap meminta tarif lebih rendah, kendati Trump telah menawarkan 19%.

Presiden Prabowo menyampaikan, berunding dengan Trump melalui sambungan telepon berlangsung alot. Dalam hal ini, Indonesia memahami betul kepentingan-kepentingan AS, begitu pula AS yang turut memahami kepentingan Indonesia dalam negosiasi dagang tersebut.

Negosiasi kedua kepala negara akhirnya berlabuh pada sebuah kesepakatan, yang didasari pemahaman bersama. Produk-produk Indonesia akan mendapati tarif 19% di AS, lebih rendah dari ancaman Trump sebelumnya yang sebesar 32%.

ADVERTISEMENT

“Ya saya tetap nego, saya katakan beliau ini (Trump) seorang negosiator yang cukup keras juga,” ujar Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025), seperti dikutip dari siaran Yiutube, Sekretariat Presiden.

Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa Indonesia akan terkena tarif 19% untuk produk-produk yang masuk ke AS, sementara produk-produk AS yang masuk Indonesia akan terbebas dari tarif atau 0%. Trump mengaku AS mendapat akses pasar potensial di Indonesia.

Dalam kacamata berbeda, pernyataan Trump itu juga dapat dipahami bahwa rakyat Indonesia akan terbebas dari kenaikan harga produk-produk AS di Indonesia. Sebaliknya, rakyat AS akan terbebani kenaikan 19% dari produk-produk Indonesia di sana.

Dalam kerangka seperti itu, maka pandangan Presiden Prabowo tentang melindungi rakyat dan pekerja di Indonesia bisa lebih dipahami. Kepala Negara menyampaikan, Indonesia telah berhitung perihal negosiasi dengan AS, khususnya untuk melindungi rakyat di dalam negeri.

“Semua sudah kita hitung, kita berunding, kita juga memikirkan yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang penting saya melindungi pekerja-pekerja kita,” ujar Prabowo.

Dia menambahkan, penting bagi Indonesia memegang teguh sikap dalam negosiasi perdagangan dengan AS. Apalagi saat ini Indonesia didukung dengan perekonomian yang kuat dan dalam kondisi baik.

“Kita juga punya sikap: ini tawaran kita, kita tidak mampu memberi lebih,” kata Prabowo, seraya menambahkan masih belum puas dengan tarif 19% dari Trump.

“Kalau puas ya 0%,” tandas Presiden RI.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 14 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 31 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia