Jumat, 15 Mei 2026

Sangat Mungkin Jatuh Miskin Karena Praktik Beras Oplosan

Penulis : Prisma Ardianto
27 Jul 2025 | 19:06 WIB
BAGIKAN
Warga penerima manfaat membawa beras dalam karung saat pengambilan bantuan pangan cadangan beras di Balai Kelurahan Bangsal, Kediri, Jawa Timur, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nym)
Warga penerima manfaat membawa beras dalam karung saat pengambilan bantuan pangan cadangan beras di Balai Kelurahan Bangsal, Kediri, Jawa Timur, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nym)

JAKARTA, investor.id – Praktik pengoplosan beras mengganggu upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di masyarakat. Bahkan, mereka yang hampir miskin juga bisa sangat mungkin jatuh dalam jurang kemiskinan karena praktik jahat beras oplosan.

Peneliti dari Centre of Reform on Economics (CORE), Eliza Mardian menerangkan, pengoplosan beras kualitas rendah ke dalam kemasan SPHP tentu merugikan masyarakat yang mengonsumsi beras tersebut. Ini juga yang akhirnya merugikan negara karena menggagalkan misi utama program subsidi pangan untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah keluar dari jerat kemiskinan.

“Negara mengalami kerugian karena programnya tidak efektif untuk mengurangi kemiskinan,” kata Eliza pada Minggu, seperti ditukil dari Antara.

ADVERTISEMENT

Program beras SPHP dirancang sebagai intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat miskin terhadap bahan pangan pokok. Dengan harga yang relatif murah, masyarakat tetap dapat menikmati beras dengan kualitas yang memadai.

Hal itu dibatalkan dengan praktik pengoplosan beras SPHP oleh oknum berinisial R di Riau, yang baru-baru ini terungkap. Dalam modusnya, R mengoplos beras kualitas rendah (reject) seharga Rp 6.000 per kilogram (kg) menjadi beras SPHP dengan harga jual Rp 13.000 per kg.

Eliza menilai, akibatnya, keluarga miskin tidak mendapatkan beras SPHP sesuai harga dan kualitas yang ditetapkan. Alhasil, mereka terpaksa membeli beras lebih mahal demi menjaga kualitas beras yang akan dikonsumsi. Tapi konsekuensinya, langkah itu akan menggerus daya beli mereka untuk kebutuhan pokok lainnya.

“Konsumen rugi karena SPHP ini kan standarnya lebih bagus dari pada (beras) reject. Dan beras SPHP murah karena disubsidi pemerintah,” tutur Eliza.

Situasi semacam ini yang pada gilirannya membuat kelompok masyarakat semakin rentan masuk ke jurang kemiskinan, sementara mereka yang sudah miskin akan kian susah. Subsidi pangan yang tadinya hadir untuk menghadang risiko-risiko tersebut telah gagal mencapai tujuannya.

Dalam hal ini, CORE merekomendasikan kepada pemerintah agar distribusi SPHP dilakukan langsung kepada penerima manfaat. Bisa melalui operasi pasar keliling atau koperasi berbasis komunitas, guna mencegah kebocoran dan penyelewengan.

Di saat sama, penegakan hukum harus dijalankan dengan tegas. Pemerintah juga harus memperkuat sistem pelacakan dan pengawasan digital agar setiap kilogram beras subsidi bisa dipantau transparan dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

Sangat Mungkin Jatuh Miskin Karena Praktik Beras Oplosan
Profil kemiskinan di Indonesia Maret 2025. (Sumber: BPS)

Harga beras menjadi sangat krusial dalam menghadang masyarakat jatuh ke jurang kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan statistik pada Jumat (25/7/2025) menyatakan bahwa beras menjadi komoditas terbesar terhadap garis kemiskinan. Dalam hal ini beras memberi sumbangan terbesar yakni sebesar 21,06% di perkotaan dan 24,91% di perdesaan.

Garis kemiskinan pada Maret 2025 adalah Rp 609.160 per kapita per bulan. Bila dibandingkan dengan posisi September 2024 terjadi peningkatan 2,34%. Garis kemiskinan di perkotaan sebesar Rp 629.561 per kapita per bulan. Sementara itu, garis kemiskinan di perdesaan sebesar Rp 580.349 per kapita per bulan. Garis kemiskinan di perkotaan lebih tinggi 2,24% pada Maret 2025 dibandingkan September 2024.

Merujuk garis kemiskinan tersebut, sedikit saja peningkatan harga beras, maka akan berkontribusi signifikan terhadap seseorang untuk bisa masuk ke kelompok masyarakat miskin. Apalagi, beras masih jadi bahan pangan utama masyarakat di banyak wilayah di Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia