Sertai Stimulus dengan Reformasi Struktural
7 Aug 2025 | 09:00 WIB
JAKARTA, investor.id - Paket stimulus ekonomi yang diluncurkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi domestik selama kuartal II-2025 terbukti mampu untuk mengembalikan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia bertengger di atas 5%. Namun demikian, solusi ini dinilai tidak bisa diandalkan untuk menyokong pertumbuhan ekonomi yang lebih solid dan berkelanjutan.
Selain hanya berdampak temporer, paket stimulus--baik dalam bentuk subsidi maupun insentif--juga membutuhkan dukungan fiska yang tidak sedikit. Padahal, saat ini kondisi anggaran pendapatan dan belanja negara jauh dari kondisi kuat. Ini setidaknya tergambar dari outlook penerimaan pajak tahun ini yang tidak akan menggapai target dan nilai defisit anggaran membengkak dari 2,53% menjadi 2,78%.

