Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Targetkan Pendapatan Negara Rp 3.147,7 Triliun di RAPBN 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Aug 2025 | 19:41 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait RAPB dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (ANTARA/Muhammad Adimaja)
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait RAPB dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (ANTARA/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menargetkan penerimaan negara sebesar Rp 3.147,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, naik 9,8% dari outlook tahun sebelumnya sebesar Rp 2.865,5 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengakui bahwa target pertumbuhan ini cukup ambisius. Sebab, pertumbuhan penerimaan paling tinggi dalam beberapa tahun belakangan tak lebih dari 5,6%.

"Pertumbuhan sebesar 9,8% ini suatu target yang cukup besar. Kalau kita lihat kinerja pertumbuhan penerimaan pajak dalam tiga tahun terakhir paling tinggi 5,6%," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (15/8/2025).

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengandalkan tiga sektor utama. Pertama, penerimaan pajak senilai Rp 2.357,7 triliun. Penerimaan pajak ditargetkan tumbuh 13,5% dari outlook tahun 2025.

ADVERTISEMENT

Upaya mencapai target ini dilakukan dengan mengoptimalkan sistem inti administrasi perpajakan serta sinergi pertukaran data antar Kementerian/Lembaga (K/L). dalam memacu penerimaan pemerintah menggunakan sistem pemungutan transaksi digital dalam negeri dan luar negeri.

Pemerintah Targetkan Pendapatan Negara Rp 3.147,7 Triliun di RAPBN 2026
Target pendapatan negara tahun 2026. (Sumber: Konferensi Pers RAPBN 2026)

Pada saat yang sama, pemerintah melaksanakan joint program dalam analisis data, pengawasan, pemeriksaan, intelijen, dan kepatuhan perpajakan. Namun pada saat yang sama pemerintah juga memberikan insentif daya beli, investasi dan hilirisasi.

Kedua, penerimaan dari kepabeanan dan cukai senilai Rp 334,3 triliun. Di lini ini, pemerintah akan melakukan intensifikasi bea masuk, menerapkan kebijakan bea keluar yang mendukung hilirisasi produk, serta memperketat penegakan hukum untuk memberantas peredaran barang ilegal dan penyelundupan.

Ketiga, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp 455 triliun. Target PNBP akan dicapai melalui optimalisasi, perbaikan tata kelola, inovasi, dan penegakan hukum. Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan meningkatkan sinergi dengan Kementerian ESDM dalam penggunaan Sistem Informasi Minerba (Simbara).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia