Jumat, 15 Mei 2026

Geber Pembiayaan, Pemerintah akan Tarik Utang Rp 781,86 Triliun pada 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Aug 2025 | 17:14 WIB
BAGIKAN
Surat Utang
Surat Utang

JAKARTA,investor.id - Pemerintah akan melakukan penarikan utang sebesar Rp 781,86 triliun pada tahun 2026.   Kebijakan pembiayaan utang tahun 2026 diarahkan sebagai instrumen penguatan counter cyclical yang dikelola secara prudent dan sustainable.

“Pengelolaan utang senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian, mengutamakan pembiayaan innovative, prudent, dan sustainable dalam mendukung percepatan transformasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” dikutip dari  buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2026 pada Jumat (15/8/2025).

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menjalankan tiga langkah dalam pengelolaan utang. Pertama yaitu mengendalikan utang dalam batas aman dan manageable. Kedua yaitu mendukung kebijakan fiskal yang ekspansif untuk mendukung agenda pembangunan dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

ADVERTISEMENT

Ketiga yaitu pengelolaan utang senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian dan terukur, serta mendorong pembiayaan inovatif yang sustainable dalam mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Keempat yaitu  menerbitkan SBN dengan biaya dan risiko yang optimal dan terkendali serta menjaga prinsip transparansi dan integritas pasar serta disiplin fiskal.

Geber Pembiayaan, Pemerintah akan Tarik Utang Rp 781,86 Triliun pada 2026
Tabel Pembiayaan Utang dalam RAPBN 2026 (Sumber : Kementerian Keuangan)

Pembiayaan utang  akan dijalankan melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) dan penarikan pinjaman.  Pembiayaan utang yang berasal dari SBN akan dipenuhi melalui penerbitan surat utang negara (SUN) dan surat berharga syariah negara (SBSN)/sukuk negara.

Pemerintah akan menerbitkan SBN senilai Rp 749,2 triliun pada tahun 2026. Penguatan sisi penawaran  instrumen SBN, yang dilaksanakan dengan memprioritaskan penerbitan SBN di pasar domestik untuk mendukung pendalaman dan stabilitas pasar keuangan; menerbitkan SBN dalam mata uang asing (valas) sebagai pelengkap dalam rangka diversifikasi dan perluasan basis investor; mengelola portofolio SBN secara aktif antara lain melalui liability management; serta melakukan diversifikasi instrumen SBN untuk mendukung pengembangan dan pendalaman pasar SBN, mengurangi fragmentasi pasar, serta mengendalikan risiko utang.

Pemerintah akan menjalankan penarikan pinjaman sebesar Rp 32,7 triliun pada tahun 2026. Angka ini turun 74,9% dibandingkan outlook tahun 2025 sebesar Rp 130,3 triliun. Pinjaman neto tersebut akan dipenuhi melalui pinjaman dalam negeri neto sebesar negatif Rp 6,53 triliun dan pinjaman luar negeri neto sebesar Rp 39,21 triliun.

Secara keseluruhan pemerintah mematok defisit sebesar  Rp 638,8 triliun atau 2,48% dari produk domestik bruto (PDB) dalam  RAPBN 2026. Defisit ini lebih rendah dari defisit tahun 2025 dan mencukupi untuk menjalankan program prioritas secara ekspansif.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia