Indef Soroti Pembengkakan Bunga Utang dalam RAPBN 2026
JAKARTA,investor.id - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyarankan pemerintah melakukan pengelolaan utang secara hati-hati. Pasalnya bunga utang telah mencapai Rp 599,4 triliun dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026. Daripada membayar utang sebenarnya dana tersebut bisa digunakan untuk membiayai program prioritas pemerintah termasuk makan bergizi gratis (MBG).
“Beban bunga utang Rp 599,4 triliun di tahun 2026 porsinya sudah 20% dari belanja pemerintah pusat. Kalau dialihkan ini anggaran ini bisa membiayai MBG dan program prioritas pemerintah lainnya,” ucap Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Riza Annisa Pujarama dalam diskusi publik pada Sabtu (16/8/2025).
Dalam RAPBN 2026 disebutkan bahwa bunga utang sebesar Rp 599,4 triliun terbagi dalam pembayaran bunga utang dalam negeri sebesar Rp 538,7 triliun dan pembayaran bunga utang luar negeri sebesar Rp 60,73 triliun. Sedangkan target penarikan utang sebesar Rp 781,86 triliun pada tahun 2026
Dia mengatakan penarikan utang harus dilakukan secara terukur karena biaya berutang dari surat berharga negara (SBN) semakin mahal. Selain itu dengan adanya kenaikan bunga utang maka akan menghambat penggunaan anggaran belanja. Dari yang seharusnya bisa dipakai untuk program prioritas malah dipakai untuk membayar utang
“Hal Ini perlu menjadi perhatian ketika menarik utang dan memperrtimbangankan lagi pembiayaan yang perlu kita tanggung. Jangan sampai dibebankan ke generasi mendatang dengan meningkatkan tarif pajak,” terang Riza.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 335 triliun untuk pelaksanaan program MBG Pelaksanaan program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memacu perekonomian daerah.
“Alokasi anggaran MBG tahun 2026 kita alokasikan sebesar Rp 335 triliun,” ucap Prabowo.
Baca Juga :
Dia mengatakan dengan adanya pelaksanaan MBG akan meningkatkan kualitas SDM dimulai dari ibu hamil, anak balita, hingga siswa sekolah. Melalui pelaksanaan MBG ini akan mendorong peningkatan kualitas gizi bagi masyarakat sehingga pemerintah bisa menekan prevalensi stunting yang terjadi.
“Kita hilangkan stunting dalam waktu secepat-cepatnya, program MBG telah dilaksanakan di seluruh provinsi dan terus dibangun agar menjangkau seluruh pelosok negeri,” terang Prabowo.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






