Jumat, 15 Mei 2026

Mendagri Dorong Kepala Daerah Hemat Anggaran & Perkuat PAD, Ambil Contoh Kabupaten Lahat

Penulis : Bella Evanglista Mikaputri
28 Aug 2025 | 15:51 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 yang berlangsung di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Provinsi Banten, pada Kamis (28/8/2025). (BPMI Setpres/Cahyo)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 yang berlangsung di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Provinsi Banten, pada Kamis (28/8/2025). (BPMI Setpres/Cahyo)

JAKARTA, investor.id – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan penguatan pendapatan asli daerah (PAD) bagi pemerintah daerah. Ia menyampaikan pesan ini kepada para bupati dalam acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) 2025 di ICE BSD, Tangerang.

Tito menyoroti bahwa sekitar 80% dari 548 kepala daerah yang baru dilantik belum memiliki pengalaman di posisi tersebut. Oleh karena itu, ia meminta mereka untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan yang berdampak luas.

“Harus ada sosialisasi, uji respons masyarakat, jangan sampai kebijakan dipaksakan,” ujar Tito. Ia menambahkan, pemerintah daerah harus benar-benar memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sebelum membuat produk hukum, baik peraturan daerah maupun peraturan kepala daerah.

Ia secara khusus menyoroti masih adanya pemborosan dalam belanja daerah, seperti perjalanan dinas berlebihan dan rapat yang berulang. Ia mencontohkan keberhasilan Kabupaten Lahat yang berhasil menghemat Rp 462 miliar dari efisiensi anggaran dan mengalihkannya untuk pembangunan irigasi.

ADVERTISEMENT

Selain efisiensi, Tito mendorong setiap daerah untuk mencari sumber PAD baru tanpa membebani masyarakat kecil, salah satunya dengan melibatkan sektor swasta. “Kalau swasta hidup, otomatis bisa ditarik pajak. Win-win, mereka untung, PAD juga meningkat,” tegasnya.

Mengutip data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), realisasi pendapatan daerah dalam APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota per 22 Agustus 2025 mencapai Rp 726,04 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan 11,96% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 824,7 triliun. Realisasi pendapatan daerah baru 54,44% dari pagu yang sebesar Rp 1.353,08 triliun.

Sementara realisasi belanja daerah sebesar Rp 604,33 triliun atau 43,63% dari pagu senilai Rp 1.399,99 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar Rp 736,93 triliun atau 52,16% dari pagu.

Mendagri juga meminta kepala daerah memanfaatkan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih sebagai mesin penggerak ekonomi lokal. Ia mengapresiasi inovasi Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, yang menggabungkan program MBG dengan Koperasi Merah Putih sebagai pemasok utama.

Tito menekankan bahwa langkah-langkah ini penting agar daerah lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pemerintah pusat. Dari 416 kabupaten, sekitar 350 (84,1%) di antaranya masih sangat bergantung pada transfer pusat.

“Ini harus diubah dengan efisiensi, kreativitas, dan kolaborasi dengan swasta. Dengan begitu daerah bisa lebih kuat secara fiskal dan pembangunan bisa lebih merata,” pungkasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 42 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia