Jumat, 15 Mei 2026

Kadin Sasar Nilai Perdagangan RI-India Mencapai US$ 50 Miliar

Penulis : Prisma Ardianto
29 Aug 2025 | 15:15 WIB
BAGIKAN
Truk bermuatan peti kemas melintas di lapangan penumpukan peti kemas (container yard) PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Truk bermuatan peti kemas melintas di lapangan penumpukan peti kemas (container yard) PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie bertemu dengan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, Kamis (28/8/2025). Pertemuan tersebut berfokus pada kelanjutan hasil CEO Forum Indonesia-India yang digelar pada Januari lalu.

Anindya, atau akrab disapa Anin, mengungkapkan bahwa Kadin menargetkan nilai perdagangan antara kedua negara bisa meningkat dari US$ 30 miliar menjadi US$ 50 miliar (sekitar Rp 812,5 triliun, asumsi kurs Rp 16.250/US$) dalam waktu dekat. Saat ini, ekspor Indonesia ke India mencapai US$ 23 miliar, sementara impor dari India senilai US$ 7 miliar.

“Targetnya mendapatkan angka ke US$ 50 miliar dalam waktu yang dekat,” ujar Anin melalui keterangannya, pada Jumat (29/8/2025).

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang persiapan jelang kemungkinan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia awal tahun depan. Selain itu, turut dibahas kelanjutan hasil CEO Forum Indonesia-India yang digelar pada Januari lalu.

ADVERTISEMENT

“Tadi kita bicara mengenai beberapa working group yang dibicarakan di CEO Forum (Januari 2025). Ada yang mengenai manufaktur, kesehatan, teknologi, dan lain-lain. Jadi di sini bersama Pak Dubes, kita duduk, kita lihat di mana progress-nya. Mana yang masih belum jalan, apa yang mesti dilakukan,” ujar Anin.

Dubes India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menilai tantangan terbesar saat ini adalah menerjemahkan kedekatan diplomatik kedua negara menjadi aktivitas ekonomi yang konkret dan menciptakan lapangan kerja. Ia menekankan, dengan populasi India sebesar 1,4 miliar dan Indonesia hampir 300 juta, kedua negara sebaiknya saling memanfaatkan pasar domestik masing-masing, bukan hanya bergantung pada pasar tradisional.

“Kita adalah sahabat baik, tantangannya adalah bagaimana persahabatan itu diterjemahkan dalam kegiatan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja di Indonesia dan India,” ujar Dubes Sandeep.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia