Jumat, 15 Mei 2026

Harga Beras Naik, Sri Mulyani Wanti-Wanti Dampak ke Inflasi

Penulis : Addin Anugrah Siwi
2 Sep 2025 | 17:10 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan adanya potensi risiko inflasi yang dapat dipicu oleh kenaikan harga beras, meskipun inflasi nasional secara keseluruhan terkendali. Peringatan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI bersama Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia, pada Selasa (2/9/2025).

Sri Mulyani mengatakan, meskipun inflasi nasional berada pada posisi 2,31% secara tahunan (year on year/yoy) per Agustus 2025 dan disertai deflasi bulanan, tapi kewaspadaan tetap diperlukan. Ia menyoroti pergerakan harga komoditas pangan utama seperti beras.

“Inflasi yang berasal dari volatile food bisa dikendalikan, meskipun kita tetap harus waspada terhadap inflasi yang berasal dari harga pangan terutama beras,” ujar Sri Mulyani.

Peringatan Sri Mulyani itu sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren kenaikan harga beras di seluruh level distribusi pada Agustus 2025. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini melaporkan bahwa harga beras di tingkat penggilingan rata-rata naik 1,87% secara bulanan (mtm) dan 6,15% secara tahunan (yoy).

ADVERTISEMENT

Secara rinci, harga beras per kilogram pada Agustus 2025 adalah sebagai berikut:

  • Tingkat Penggilingan: Rp 14.596 (+1,87% mtm)

  • Tingkat Grosir: Rp 14.292 (+0,64% mtm)

  • Tingkat Eceran: Rp 15.393 (+0,73% mtm)

Pudji menambahkan, andil inflasi beras pada Agustus mencapai 0,03%. Meskipun andilnya lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, tren kenaikan ini tetap menjadi perhatian karena bisa berdampak pada daya beli masyarakat.

Kenaikan harga beras ini terjadi di tengah kondisi deflasi nasional. BPS mencatat, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,08% secara bulanan pada Agustus 2025. Deflasi ini terutama disumbang oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,29%), dengan komoditas utama penyumbang deflasi adalah cabai rawit dengan andil 0,07%.

Dengan demikian, pemerintah terus memantau tekanan harga pangan, terutama beras, sebagai bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas inflasi dan melindungi konsumsi rumah tangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia