Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Prabowo Minta Menkeu Purbaya Putar Arah Perekonomian

Penulis : Arnoldus Kristianus
8 Sep 2025 | 19:10 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Thomas A. M. Djiwandono (kanan) menyampaikan keterangan pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Thomas A. M. Djiwandono (kanan) menyampaikan keterangan pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru saja dilantik pada Senin (8/9/2025), mengungkapkan bahwa dirinya mendapat tugas khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk memutar balik arah perekonomian. Tugas ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi jangka panjang sebesar 8%.

“Pesan Presiden adalah balik arah ekonomi, ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, secepat mungkin. Itu yang akan kita kerjakan ke depan,” ucap Purbaya saat menyampaikan keterangan pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Purbaya mengatakan, ia akan segera melakukan analisis untuk mengidentifikasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Saya akan melihat di keuangan ada apa, instrumen apa yang masih bisa kita optimalkan. Di situ akan kita maksimalkan supaya ekonominya jalan lebih cepat,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Purbaya berjanji tidak akan melakukan perubahan ekstrem pada sistem yang sudah ada. Ia beralasan, perombakan yang drastis justru bisa berdampak kontraproduktif terhadap pertumbuhan.

“Biasanya kalau kejelekan pemimpin baru gini, kalau pemimpin baru yang lama diobrak-abrik, buat baru lagi, soalnya mau bikin tonggak baru. Saya gak akan seperti itu approach-nya, saya approach-nya adalah syarat yang ada, saya optimalkan sehingga sistem bisa bekerja dengan optimal,” terang dia.

Langkah ini diambil di tengah data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 sebesar 4,87% dan kuartal II-2025 sebesar 5,12%. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan 5,2% pada 2025 dan 5,4% pada 2026.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia