Jumat, 15 Mei 2026

Sempat Ditolak, DPR Akhirnya Restui Anggaran Kemenkeu Rp 52,02 Triliun

Penulis : Akmalal Hamdhi
11 Sep 2025 | 16:57 WIB
BAGIKAN
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. ANTARA/HO-Komisi XI DPR RI/am.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. ANTARA/HO-Komisi XI DPR RI/am.

JAKARTA, investor.id – Komisi XI DPR RI akhirnya menyetujui anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun 2026 sebesar Rp 52,02 triliun, setelah sebelumnya sempat menolak usulan tambahan anggaran. Dana ini dialokasikan untuk biaya pelayanan umum, ekonomi, dan pendidikan.

Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Kemenkeu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengumumkan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tersebut disetujui oleh seluruh anggota dewan.

“Komisi XI DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Keuangan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2026 sebesar Rp 52,02 triliun,” ungkap Misbakhun, Kamis (11/9/2025).

Total anggaran sebesar Rp 52,02 triliun tersebut mencakup dana untuk lima program utama dan Badan Layanan Umum (BLU). Jika tidak menyertakan pagu BLU, anggaran murni Kemenkeu yang disetujui adalah Rp 41,64 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dari usulan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati.

ADVERTISEMENT

Berikut rincian pagu anggaran Kemenkeu:

  • Program Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Ekonomi: Rp 90 miliar

  • Program Pengelolaan Penerimaan Negara: Rp 1,99 triliun

  • Program Pengelolaan Belanja Negara: Rp 24,40 miliar

  • Program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko: Rp 289,23 miliar

  • Program Dukungan Manajemen (termasuk BLU): Rp 49,61 triliun

Berdasarkan fungsinya, anggaran ini dialokasikan untuk:

  • Pelayanan umum: Rp 47,77 triliun

  • Ekonomi: Rp 249,26 miliar

  • Pendidikan: Rp 3,99 triliun

Sebelumnya, pada rapat kerja 15 Juli 2025, Komisi XI menolak tambahan anggaran yang diajukan Kemenkeu sebesar Rp 4,88 triliun. Sementara pagu indikatif yang disetujui sebesar Rp 47,13 triliun. Sehingga anggaran tahun 2026 diharapkan mencapai sekitar Rp 52 triliun.

“Usulan tambahan anggaran sebesar Rp 4,88 triliun masih menunggu upaya Kemenkeu untuk mengefisienkan sesuai kebijakan belanja 2026,” jelas Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie Othniel Frederic Palit.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia