Catatan untuk Menkeu Purbaya, Kadin: Hati-Hati Pajak dan Cukai
JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan beberapa catatan penting untuk Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa. Kadin mengingatkan agar pemerintah menjaga keseimbangan fiskal di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengatakan kunci utama adalah keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara.
“Harapan kami, Pak Menteri Keuangan mampu menjaga keseimbangan fiskal kita, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran,” ujar Sarman saat dihubungi, Minggu (14/9/2025).
Sarman juga menekankan agar pemerintah berhati-hati dalam menetapkan kebijakan perpajakan dan cukai. Ia mencontohkan, kebijakan pajak daerah seperti pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pernah memicu protes masyarakat.
“Artinya menekan pajak ini sesuatu yang harus penuh kehati-hatian,” tegasnya.
Selain itu, Kadin berharap Menkeu baru memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha. Menurut Sarman, dialog ini penting agar kebijakan fiskal dan insentif yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Dunia usaha terdiri dari berbagai sektor, masing-masing punya harapan berbeda terhadap insentif. Karena itu, dialog dengan pengusaha penting agar kebijakan tidak justru menekan, melainkan mampu meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja,” kata Sarman.
Kadin juga menyoroti pentingnya Menkeu menjaga iklim usaha tetap kondusif agar dunia usaha bisa bertahan, mencegah PHK massal, dan bahkan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






