Jumat, 15 Mei 2026

Catatan untuk Menkeu Purbaya, Kadin: Hati-Hati Pajak dan Cukai

Penulis : Vinnilya Huanggrio
14 Sep 2025 | 17:29 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang di BEI, SCBD, Jakarta Selatan. (B-Universe Photo/Chandra Gian)
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang di BEI, SCBD, Jakarta Selatan. (B-Universe Photo/Chandra Gian)

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan beberapa catatan penting untuk Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa. Kadin mengingatkan agar pemerintah menjaga keseimbangan fiskal di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengatakan kunci utama adalah keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara.

“Harapan kami, Pak Menteri Keuangan mampu menjaga keseimbangan fiskal kita, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran,” ujar Sarman saat dihubungi, Minggu (14/9/2025).

Sarman juga menekankan agar pemerintah berhati-hati dalam menetapkan kebijakan perpajakan dan cukai. Ia mencontohkan, kebijakan pajak daerah seperti pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pernah memicu protes masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Artinya menekan pajak ini sesuatu yang harus penuh kehati-hatian,” tegasnya.

Selain itu, Kadin berharap Menkeu baru memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha. Menurut Sarman, dialog ini penting agar kebijakan fiskal dan insentif yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Dunia usaha terdiri dari berbagai sektor, masing-masing punya harapan berbeda terhadap insentif. Karena itu, dialog dengan pengusaha penting agar kebijakan tidak justru menekan, melainkan mampu meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja,” kata Sarman.

Kadin juga menyoroti pentingnya Menkeu menjaga iklim usaha tetap kondusif agar dunia usaha bisa bertahan, mencegah PHK massal, dan bahkan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia