Jumat, 15 Mei 2026

Purbaya Mengaku ‘Dikibuli’ Anak Buah soal Coretax, Sindir Budaya ‘Asal Bapak Senang’

Penulis : Erfan Ma’ruf
19 Sep 2025 | 18:30 WIB
BAGIKAN
Wajib pajak menunjukan aplikasi e-Faktur di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatera Utara I, Medan, Sumut. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Wajib pajak menunjukan aplikasi e-Faktur di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatera Utara I, Medan, Sumut. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku merasa ‘dikibuli’ oleh stafnya saat mengecek kesiapan sistem inti administrasi perpajakan (Core Tax Administration System). Purbaya mengungkapkan, ia masih menerima banyak keluhan dari wajib pajak terkait layanan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Saya cuma tanya kesiapannya seperti apa di dalam. Kalau menurut mereka bagus-bagus terus. Jadi mereka ngibulin saya juga kayaknya. Nanti saya akan cek. Belum sidak betul ke Coretax karena belum sempat,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Ia menilai, jawaban yang diberikan petugas sangat berbeda dengan kenyataan di lapangan. Purbaya mengaku mendapat aduan dari masyarakat bahwa mereka masih kesulitan mengakses layanan tersebut.

“Kalau kata teman-teman yang bayar itu masih lama, Bang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, perbedaan laporan dari internal DJP dengan pengalaman wajib pajak terjadi karena adanya budaya “asal bapak senang” (ABS) di kalangan pegawai. Budaya ini juga disinyalir terjadi saat staf DJP memberikan laporan kepada Presiden.

“Nanti saya cek. Kalau orang ditanya bos, pasti begitu kan, namanya ABS. Lapor ke Presiden juga sama, semuanya ABS, ‘saya bisa ini Pak, saya bisa itu Pak.’ Jadi di sini, yang ABS-ABS pelan-pelan akan kita ubah. Yang penting problemnya selesai,” tegas Purbaya.

Sebelumnya, dalam sebuah video di akun TikTok DJP, Purbaya terlihat menelpon Kring Pajak layaknya seorang pelanggan. Ia menanyakan tentang sistem perpajakan terbaru tersebut.

Sistem inti administrasi perpajakan atau Coretax System sendiri merupakan andalan pemerintah untuk mengejar target penerimaan pajak. Strategi utamanya adalah dengan memperbaiki administrasi perpajakan serta memperkuat kepatuhan wajib pajak.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia