Rotasi 70 Pegawai Pajak Pekan Depan, Purbaya: Yang Ketahuan Main-main ke Tempat Sepi
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal keras terkait pembenahan internal di lingkungan Kementerian Keuangan. Setelah melakukan perombakan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Menkeu menjadwalkan rotasi besar-besaran terhadap sekitar 70 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada pekan depan.
Langkah ini diambil menyusul kegagalan target penerimaan negara pada akhir 2025 yang mengakibatkan defisit APBN membengkak hingga 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau nyaris menyentuh ambang batas konstitusi sebesar 3%.
“Kemarin pegawai DJBC saya ganti 35 orang. Minggu depan mungkin sekitar 70 orang pegawai DJP saya ganti,” tegas Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Purbaya mengungkapkan, rotasi ini difokuskan bagi pegawai yang terindikasi melakukan penyelewengan dalam menjalankan tugasnya. Ia memastikan tidak akan memberi ruang bagi oknum yang menghambat optimalisasi pendapatan negara.
“Pegawai yang ketahuan main-main saya akan putar ke tempat yang lebih sepi. Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh,” tuturnya.
Berdasarkan data realisasi 2025, penerimaan pajak hanya mencapai Rp 1.917,6 triliun atau 87,6% dari target sebesar Rp 2.189,3 triliun. Kondisi ini memaksa pemerintah bekerja ekstra keras untuk mengejar target tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.357,7 triliun, atau naik signifikan sebesar 22,9% dari realisasi tahun lalu.
Di sisi lain, realisasi kepabeanan dan cukai per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 300,3 triliun, atau 99,6% dari target. Minimnya realisasi penerimaan tersebut membuat defisit APBN 2025 mencapai Rp 695,1 triliun.
Untuk mengantisipasi memburuknya kondisi ekonomi, pemerintah juga mengandalkan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking guna mengurai hambatan investasi. Purbaya optimistis melalui perbaikan fondasi ekonomi dan koordinasi erat dengan bank sentral, pertumbuhan ekonomi 6% pada tahun ini dapat tercapai.
“Jadi perbaikan fondasi perekonomian betul-betul dilakukan dan betul-betul sedang terjadi. Kami juga sudah berkomunikasi lebih dekat dengan bank sentral sehingga likuiditas pasar juga cukup,” pungkasnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






