Sabtu, 4 April 2026

Ekonom: Sektor Pangan, Transportasi dan Logistik Perlu Stimulus Selama Ramadan

Penulis : Alfida Febrianna
23 Feb 2026 | 08:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pergerakan ekonomi Indonesia. (Foto: ANTARA/ Anadolu/py)
Ilustrasi pergerakan ekonomi Indonesia. (Foto: ANTARA/ Anadolu/py)

JAKARTA, investor.id - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti menilai pemerintah perlu mengucurkan stimulus kepada sektor pangan, transportasi dan logistik selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026, guna memberi dorongan nyata bagi pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah perlu memberi stimulus tepat di ketiga sektor itu agar momentum Ramadan benar-benar berdampak besar," ungkap Esther, kepada B-Universe, dikutip pada Senin (23/2/2026).

Esther menilai, sektor pangan, transportasi, dan logistik mempunyai peluang besar untuk mendorong ekonomi pada Ramadan dan Idulfitri 2026.

Advertisement

Menurutnya, ketiga sektor tersebut berperan langsung dalam kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi selama momentum ini.

"Sektor-sektor tersebut layak mendapatkan stimulus agar daya ungkitnya terhadap perekonomian nasional semakin besar," ujar dia.

Esther mengatakan, ada beberapa stimulus ekonomi yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah agar dapat dikucurkan kepada pelaku ketiga sektor tersebut.

"Stimulus yang bisa dipertimbangkan antara lain subsidi harga pangan untuk menahan lonjakan harga, diskon transportasi untuk menambah mobilitas tanpa beban biaya berlebih, perasi pasar dan dukungan logistik untuk memastikan pasokan tidak terganggu," terangnya.

Esther berujar, kucuran stimulus ekonomi bagi ketiga sektor tersebut bukan hanya dapat mendorong konsumsi sesaat, tapi juga dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-II 2026.

"Momentum Ramadan bisa membawa ekonomi Indonesia berjalan lebih cepat jika strategi sektor dan stimulus dijalankan dengan tepat. Diperlukan perencanaan jangka panjang dan bukan hanya lonjakan sementara," pungkasnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 15 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 45 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 56 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia