BPS: Inflasi Ramadan 2026 Lebih Rendah Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada Februari 2026 yang bertepatan dengan momen Ramadan berada pada level yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Meski tercatat inflasi bulanan sebesar 0,68% (month to month/mtm), tren kenaikan harga pangan tahun ini dinilai lebih stabil.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menekankan bahwa pola inflasi Ramadan kali ini menunjukkan perbaikan performa dibandingkan Ramadan 2022 dan 2025.
“Tingkat inflasi Februari 2026 yang bertepatan dengan momen Ramadan ini masih lebih rendah dibandingkan momen Ramadan 2022 (April 2022) dan Ramadan 2025 (Maret 2025),” kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Walaupun lebih terkendali, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi kontributor utama inflasi bulanan dengan kenaikan 1,54% dan andil sebesar 0,45%.
“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,54% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,45%,” jelas Ateng.
Komoditas pangan yang memberikan andil inflasi antara lain daging ayam ras (0,09%), cabai rawit (0,08%), ikan segar (0,05%), serta cabai merah (0,04%). Di sisi lain, bensin justru menjadi penahan laju inflasi dengan memberikan andil deflasi sebesar 0,05%.
Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Februari 2026 bertengger di angka 4,76%. BPS menjelaskan kenaikan ini dipicu oleh faktor low-base effect, mengingat pada awal 2025 pemerintah sempat menerapkan kebijakan diskon tarif listrik yang kini sudah tidak berlaku lagi.
Melihat sebaran wilayah, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04%, sementara deflasi terdalam tercatat di Papua Barat sebesar 0,65%. Secara keseluruhan, BPS mencatat 33 provinsi mengalami inflasi bulanan, sedangkan 5 provinsi lainnya mengalami deflasi.
Ateng menambahkan, meskipun harga beberapa komoditas bergejolak seperti daging ayam dan cabai tetap menjadi penyumbang utama saat Ramadan, efektivitas pengendalian harga membuat dampaknya tidak setajam tahun-tahun sebelumnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






