Sabtu, 20 Juni 2026

BI: Kenaikan BBM Nonsubsidi Tambah Inflasi 0,25%

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Jun 2026 | 19:58 WIB
BAGIKAN
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,25%. Meski demikian, laju inflasi sepanjang 2026 diyakini masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5% ± 1%.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, mengatakan bahwa risiko inflasi yang saat ini menjadi perhatian tidak hanya berasal dari penyesuaian harga energi di dalam negeri, tetapi juga dampak rambatan tekanan global melalui kenaikan harga minyak dan komoditas atau imported inflation.

“Untuk sementara hitungan kami kurang lebih dia berkontribusi sekitar 0,25% kepada inflasi,” ujar Aida dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Perkiraan tersebut muncul setelah PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada Pertamax (RON 92) yang naik 32,1% dari Rp 12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 meningkat 31,78% dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Selain penyesuaian harga BBM, BI juga mewaspadai tekanan inflasi dari kelompok harga pangan bergejolak (volatile food). Risiko tersebut dipengaruhi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada akhir Juni hingga November 2026 dan berpotensi mengganggu produksi pangan.

BI: Kenaikan BBM Nonsubsidi Tambah Inflasi 0,25%
Tren inflasi tahunan Indonesia. (Ilustrasi: Investor Daily)

Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, BI terus bersinergi dengan pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Memang proyeksi inflasi ini mulai mengalami peningkatan, tetapi semuanya masih dalam target 2,5%±1%, jadi paling tinggi kita 3,5% ini masih dalam target-target tersebut,” kata Aida.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan pada Mei 2026 mencapai 3,08%. Dari sisi komponen pembentuknya, inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) tercatat sebesar 2,07% dengan andil 0,40%.

Sementara itu, inflasi inti mencapai 2,59% dan menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi dengan andil 1,66%. Adapun kelompok harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi 6,24% secara tahunan dengan kontribusi 1,02% terhadap inflasi nasional.

BI: Kenaikan BBM Nonsubsidi Tambah Inflasi 0,25%
Daftar harga terbaru BBM Pertamina. (Ilustrasi: Investor Daily)

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 30 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 45 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia