Minggu, 21 Juni 2026

Dunia Masuk Resesi Ringan Jika Harga Minyak Tembus US$ 140 per Barel

Penulis : Prisma Ardianto
13 Mar 2026 | 05:07 WIB
BAGIKAN
Asap membubung pasca-serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Xinhua/Bilal Jawich/bar)
Asap membubung pasca-serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Xinhua/Bilal Jawich/bar)

JAKARTA, investor.id - Ekonomi global terancam masuk ke jurang resesi ringan jika kenaikan harga minyak mentah bertahan di level US$140 per barel selama dua bulan berturut-turut. Analisis terbaru dari Oxford Economics memperingatkan bahwa skenario tersebut akan memicu kontraksi pada sejumlah kekuatan ekonomi dunia, mulai dari Zona Euro hingga Jepang.

Mengutip APA pada Jumat (13/3/2026), berdasarkan laporan tersebut, bertahannya harga Brent di level US$ 140 yang disertai lonjakan harga gas alam dapat memangkas Produk Domestik Bruto (PDB) riil global sebesar 0,7% pada akhir 2026.

Laju pemulihan dunia selanjutnya sangat bergantung pada seberapa cepat blokade di Selat Hormuz dapat diakhiri dan pengiriman pasokan energi dilanjutkan. Termasuk dampaknya terhadap seberapa cepat harga minyak menurun, ketegangan rantai pasok mereda, serta tekanan di pasar keuangan mulai melandai.

ADVERTISEMENT

Analisis tersebut memproyeksikan aktivitas ekonomi di Inggris Raya, Jepang, dan Zona Euro bakal mengalami kontraksi ringan. Sementara itu, ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan mendekati fase stagnasi sementara dengan angka pengangguran yang diprediksi meningkat tajam.

Tak hanya pertumbuhan yang terhambat, inflasi global juga diprediksi melonjak hingga menyentuh angka 5,8%. Risiko gangguan pasar energi bisa berkepanjangan dan dampak negatifnya menambah risiko penurunan terhadap prospek ekonomi global.

Meski laporan itu tampak suram, Oxford Economics menyebut peluang skenario terburuk ini relatif rendah. Saat berita ini ditulis, harga minyak Brent telah kembali bertengger di atas US$ 100 per barel, melonjak drastis dari kisaran US$ 60 pada pertengahan Februari lalu.

Oxford Economics dalam laporan berjudul "World Economic Prospects" untuk bulan Maret/April juga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 sebesar 0,1 poin persentase menjadi 3,0%, dibandingkan prospek bulan sebelumnya.

Penulis laporan mengasumsikan bahwa kenaikan harga minyak yang tajam dan berkelanjutan mungkin dapat dihindari. Namun, risiko gangguan pasar energi bisa berkepanjangan dan dampak negatifnya menambah risiko penurunan terhadap prospek ekonomi global.

Lebih lanjut, dampak juga dapat menjalar oleh aksi jual di pasar keuangan, gangguan rantai pasokan di luar pasar energi, dan efek yang lebih luas dari menurunnya aspek kepercayaan pasar.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia