Purbaya Sebut Rupiah Rp 17.100 Masih Sesuai “Skenario Terbaru” Pemerintah
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang kini menembus level Rp 17.100 per dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam jangkauan simulasi pemerintah. Meski telah melampaui asumsi dasar APBN 2026, bendahara negara memastikan fluktuasi ini telah diantisipasi dalam berbagai skenario pengelolaan fiskal.
Purbaya menjelaskan bahwa dalam penyusunan anggaran, Kementerian Keuangan tidak hanya berpatokan pada satu angka tunggal, melainkan menyiapkan berbagai simulasi level kurs untuk menghadapi gejolak pasar global.
“Saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu rupiahnya bukan rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam hitungan skenario,” kata Menkeu Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga:
Rupiah Bakal Lanjut Melemah ke Level IniBerdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot exchange pada penutupan perdagangan hari ini melemah 77 poin atau 0,41% ke level Rp 17.105 per dolar AS.
Untuk mata uang Asia lainnya, mayoritas menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,08%, Dolar Hong Kong naik 0,02%, Dolar Singapura naik 0,14%, dolar Taiwan turun 0,09%, Won Korea Selatan naik 0,70%, Peso Filipina turun 0,46%, dan Rupee India naik 0,18%. Sementara itu, Yuan Tiongkok naik 0,35%, Ringgit Malaysia turun 0,03%, sedangkan Baht Thailand naik 0,18%.
Sebagai catatan, asumsi dasar nilai tukar rupiah dalam APBN 2026 yang disahkan pada September 2025 ditetapkan sebesar Rp 16.500 per dolar AS. Dengan realisasi kurs saat ini di atas Rp 17.100, terdapat selisih signifikan dibanding asumsi awal. Namun demikian, Menkeu menegaskan bahwa level tersebut belum otomatis mengganggu APBN.
Purbaya enggan membeberkan angka batas atas dalam simulasi terbaru pemerintah guna menghindari spekulasi pasar yang berlebihan. “Saya tidak bilang skenarionya di angka berapa. Kalau saya sebutkan, nanti pasar justru bereaksi negatif dan memicu spekulasi,” tambahnya.
Terkait langkah stabilisasi, Purbaya menyatakan sepenuhnya menyerahkan mekanisme pasar dan intervensi moneter kepada Bank Indonesia (BI). Fokus Kementerian Keuangan saat ini adalah menjaga agar volatilitas kurs tidak mengganggu postur belanja dan penerimaan negara secara keseluruhan.
“Kalau rupiah kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya lah. Saya percaya dia bisa betulin,” kata Purbaya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






