Minggu, 21 Juni 2026

ICP Sentuh US$ 77 per Barel dan Rupiah Tembus Rp 17.000, APBN Aman?

Penulis : Akmalal Hamdhi
9 Apr 2026 | 19:26 WIB
BAGIKAN
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (9/4/2026). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (9/4/2026). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah melampaui asumsi APBN. Pemerintah menegaskan akan menjaga defisit APBN agar tetap berada di bawah ambang batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menyatakan pemerintah telah mengantisipasi berbagai skenario kenaikan harga minyak, termasuk potensi harga Indonesian Crude Price (ICP) menyentuh rata-rata US$ 100 per barel. Saat ini, rata-rata ICP berada di level US$77 per barel, masih dalam jangkauan mitigasi pemerintah meski di atas asumsi awal US$70 per barel.

“Sampai hari ini rata-rata ICP kita itu US$ 77 per barel. Memang harga minyak sudah di atas asumsi APBN sebesar US$ 70 per barel, tetapi ini masih jauh dibandingkan dengan kesiapan yang sudah kita sediakan,” ujar Febrio saat ditemui di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

Febrio menjelaskan ruang fiskal nasional masih cukup kuat untuk meredam tekanan energi. Pemerintah menargetkan defisit APBN berada di kisaran 2,9% guna memastikan stabilitas ekonomi tetap sehat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk defisitnya kita bisa siapkan sampai 2,9%, tetap di bawah 3%. Jadi APBN kita masih aman,” jelasnya.

Selain fluktuasi harga minyak, pemerintah juga telah memperhitungkan risiko pelemahan nilai tukar rupiah dalam perencanaan anggaran, termasuk skenario jika rupiah menembus level Rp 17.000 per dolar AS.

ICP Sentuh US$ 77 per Barel dan Rupiah Tembus Rp 17.000, APBN Aman?
Asumsi dasar ekonomi makro 2026. (Sumber: APBN 2026, ilustrasi: Investor Daily)

“Kalau rupiah tembus Rp 17.000 per dolar? Itu juga sudah masuk dalam pertimbangan kita. Kita pasti akan hitung dampaknya terhadap harga-harga dalam belanja. Jadi itu sudah masuk dalam APBN kita,” kata Febrio.

Guna menyeimbangkan kenaikan belanja akibat tekanan eksternal tersebut, Kemenkeu mengoptimalkan potensi peningkatan penerimaan negara dari kenaikan harga komoditas. Langkah efisiensi dan realokasi anggaran juga terus dilakukan agar APBN tetap kredibel.

“Kita lakukan efisiensi seperti tahun lalu, kemudian realokasi kita kelola supaya defisit tetap terjaga di bawah 3%,” tambahnya.

Pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan perlindungan daya beli masyarakat agar momentum pertumbuhan ekonomi nasional tidak terganggu.

“Belanja kita jaga, daya beli masyarakat kita jaga, supaya pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut,” pungkas Febrio.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia