Sabtu, 20 Juni 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 19 Juni 2026: Jeblok Lagi ke Rp 17.800

Penulis : Natasha Khairunisa
19 Jun 2026 | 09:08 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pecahan mata uang Rupiah dan Dolar S. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi pecahan mata uang Rupiah dan Dolar S. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari Jumat, 19 Juni 2026. Rupiah kini kembali memasuki level Rp 17.800 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, menunjukkan nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 54 poin (0,30%) ke level Rp 17.848 per dolar AS. 

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada hari Kamis (18/6/2026) ditutup melemah 32 poin ke level Rp 17.794 terhadap dolar AS.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari MarketScreener, Jumat (19/6/2026) rupiah melemah saat dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu tahun pada hari Kamis, setelah pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve mendorong para pedagang untuk meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga tahun ini.

Seperti diketahui, bank sentral AS pada hari Rabu mempertahankan suku bunga tetap stabil di kisaran 3,50% hingga 3,75% saat Kevin Warsh memulai era kepemimpinannya dengan peninjauan kebijakan yang menyeluruh.

Indeks dolar AS pada hari Kamis (18/6) naik 0,45% menjadi 100,80, level tertinggi sejak Mei 2025. Indeks ini melonjak 0,85% pada sesi sebelumnya, lonjakan harian terbesar dalam lebih dari tiga bulan.

Sementara itu, penguatan dolar AS menyeret yen Jepang ke level terlemahnya dalam dua tahun.

Sedangkan mata uang euro menurun 0,31% menjadi $ 1,1463 per dolar AS, sementara poundsterling Inggris turun 0,62% menjadi $ 1,3206 per dolar AS, keduanya mencapai level terendah dalam lebih dari dua bulan.

"Pembaruan kebijakan hawkish The Fed mengancam akan memicu terobosan bullish untuk dolar AS," kata Lee Hardman, analis mata uang senior di MUFG.

"Dolar AS telah memperoleh dukungan dari penyesuaian tajam yang lebih tinggi untuk suku bunga jangka pendek AS, lebih dari mengimbangi dampak yang meredam dari pengumuman kesepakatan AS-Iran pada akhir pekan," ungkapnya.

"Ada ruang bagi dolar AS untuk menguat lebih lanjut," kata Sarah Ying, kepala strategi FX di CIBC Capital Markets.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 15 menit yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 37 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 46 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 59 menit yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 1 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 1 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia