Minggu, 21 Juni 2026

Kondisi Fiskal RI Dinilai Stabil di Tengah Gejolak Energi Global

Penulis : Natasha Khairunisa
10 Apr 2026 | 12:05 WIB
BAGIKAN
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo. (B-Universe/Natasha Khairunisa)
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo. (B-Universe/Natasha Khairunisa)

JAKARTA, investor.id - World Bank (Bank Dunia) menilai kondisi fiskal Indonesia relatif kuat dalam menghadapi lonjakan biaya energi global imbas penutupan di Selat Hormuz. 

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo mengatakan bahwa fiskal Indonesia masih berada dalam posisi aman meski pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026. 

Hal ini tercermin dari defisit fiskal Indonesia pada 2025 yang berada di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

ADVERTISEMENT

"Indonesia cenderung (mengambil langkah) kehati-hatian terhadap fiskal, sehingga relatif memiliki kapasitas untuk tetap memberikan dukungan subsidi energi," ungkap Mattoo dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, dikutip pada Jumat (10/4/2026).

Meski demikian, Mattoo menyarankan agar pemerintah memastikan penyaluran subsidi BBM tepat sasaran.

Menurutnya, dukungan subsidi energi perlu diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah hingga pelaku usaha kecil, agar beban fiskal terjaga stabil. Mattoo pun menyerukan peninjauan mekanisme distribusi subsidi agar penyaluran berjalan optimal.

"Semakin tepat sasaran dukungan (subisidi energi) semakin kecil risiko terhadap beban fiskal," jelas Mattoo.

Namun, World Bank merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 ke level 4,7%. Angka tersebut merupakan penurunan dari perkiraan sebelumnya di level 4,8%.

Meski direvisi turun, proyeksi tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) di level 4,2%. 

“Kami menilai (perekonomian) Indonesia relatif tangguh. Salah satu pendukungnya karena ketergantungan terhadap impor minyak yang rendah dibandingkan negara lain,” beber Mattoo.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia