Minggu, 21 Juni 2026

Rosan: Insentif Fiskal Hilirisasi Diarahkan ke Sektor Padat Karya

Penulis : Arnoldus Kristianus
23 Apr 2026 | 18:21 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto (kanan) berbincang dengan Menteri Investasi dan Hilir Industri Rosan Roeslani. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto (kanan) berbincang dengan Menteri Investasi dan Hilir Industri Rosan Roeslani. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mulai melakukan reorientasi kebijakan insentif fiskal pada sektor hilirisasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pemberian insentif kini tidak lagi hanya berdasarkan besarnya nilai investasi, melainkan diprioritaskan pada sektor padat karya atau yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Rosan menjelaskan, pemerintah tengah mengevaluasi pemberian insentif fiskal, terutama pada komoditas yang ekosistemnya sudah mapan seperti nikel. Langkah ini diambil agar dukungan fiskal negara lebih tepat sasaran dan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja secara masif.

“Apabila ekosistem sudah terbentuk, sudah berjalan, tentunya secara bertahap kita akan melihat, mengevaluasi apakah  akan tetap diberikan insentif-insentif,” ujar Rosan dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan I-2026 dan Implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ke depan, pemerintah membuka peluang lebar bagi pemberian insentif pada investasi di sektor energi baru terbarukan (renewable energy) serta hilirisasi komoditas non-tambang yang bersifat padat karya. Rosan menggarisbawahi bahwa parameter utama saat ini adalah dampak sosial ekonomi bagi masyarakat.

“Tentunya kita terbuka untuk memberikan insentif juga. Jadi parameter kita tidak semata-mata insentif itu kita berikan karena investasi yang besar. Tetapi kita lihat juga adalah dari segi penyerapan tenaga kerja,” tutur Rosan.

Salah satu contoh konkret yang menjadi perhatian adalah rencana investasi hilirisasi kelapa di Morowali senilai US$ 100 juta. Meski nilai modalnya tidak sebesar proyek smelter raksasa, investasi ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

“Mungkin dulu tidak mendapatkan insentif, tetapi kalau kita lihat seperti ini, mungkin US$100 juta akhirnya kita bisa potensi memberikan insentif juga hal-hal seperti itu. Kalau kita lihat kembali lagi, penyerapan tenaga kerja menjadi hal-hal yang sangat penting yang kita konsiderasi untuk memberikan insentif,” demikian terang Rosan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia