Sehari Jelang Pengumuman, Purbaya Kurang Pede Ekonomi Bisa Tumbuh 5,5%
JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendapat bisikan bahwa realisasi angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 tumbuh cukup baik. Namun demikian, dia juga menunjukkan kesan bahwa angka pertumbuhan mungkin dapat di bawah target 5,5% seperti yang telah dicanangkan.
“Besok kan keluar tuh pertumbuhan ekonomi, katanya bagus,” ungkap Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Senin (4/5/2026).
Meski tidak menyebut angka pasti, Menkeu Purbaya bilang realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2025 tidak akan jauh dari proyeksinya sebesar 5,5%. Namun, nada bicaranya memberi kesan angka pertumbuhan agak sedikit di bawah ekspektasi, mengingat tekanan ekonomi global.
“Jadi gini, kalau bisa kita tumbuh dalam keadaan seperti itu, walaupun let's say lebih lambat sedikit, atau lebih tinggi sedikit. (Tapi) mengingat kondisi global yang seperti ini, itu sudah prestasi yang luar biasa,” kata Purbaya.
“Kalau dekat-dekat (target), gue traktir makan deh,” seloroh Purbaya kepada wartawan.
Tapi jika melihat realitas di lapangan, Purbaya percaya kondisi perekonomian Indonesia tetap tangguh. Konsumsi rumah tangga yang menjadi mesin utama tetap bergerak dengan baik, seperti tecermin dari pantauannya di pusat perbelanjaan kemarin.
“Kalau saya lihat kondisi ekonomi sepertinya bagus ya. Saya jalan-jalan keluar kemarin, Senayan City penuh. Mau yang lain juga penuh, pada belanja. Sepertinya sih, ekonomi akan berjalan yang bagus,” ujar Purbaya.
Adapun realisasi resmi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 dijadwalkan akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (5/5/2026) mendatang.
Terlepas dari konsumsi rumah tangga, mesin-mesin perekonomian domestik lain sebenarnya telah menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I-2026, konsumsi pemerintah seperti tercermin dari belanja negara terbilang cukup ekspansif dengan pertumbuhan 31,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 815 triliun.
Di saat sama, realisasi investasi meningkat 7,22% yoy menjadi sebesar 498,79 triliun. Dari nilai tersebut, tercatat sebanyak 706.569 tenaga kerja baru terserap, atau meningkat 18,93% yoy.
Tapi sayangnya, ekspor sepanjang trwulan I-2026 hanya tumbuh tipis 0,34% yoy. Nilai ekspor migas -10,58% menjadi US$ 3,25 miliar, sedangkan nilai ekspor nonmigas naik sedikit 0,98% menjadi US$ 42,35 miliar.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






