Tekanan Kombinasi, BI dan Pemerintah Optimalkan Instrumen Jaga Rupiah
13 Mei 2026 | 09:30 WIB
JAKARTA, investor.id – Kombinasi faktor global dan domestik mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.500 per dolar AS, atau terlemah sepanjang sejarah. Berkaitan itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan berada di pasar dengan mengoptimalkan semua instrumen operasi moneter. Pemerintah juga siap menjalankan kembali skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund).
Adapun nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026) melemah 115 poin atau 0,66% menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS. Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa juga bergerak melemah ke level Rp17.514 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.415 per dolar AS.

