BKPM: Investasi dan Hilirisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
JAKARTA, investor.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan investasi dan hilirisasi dirancang menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengatakan bahwa strategi tersebut menjadi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Hal itu sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar 5,61% secara tahunan (year on year/yoy), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Todotua, arah kebijakan investasi nasional kini difokuskan pada transformasi ekonomi melalui peningkatan nilai tambah industri, penguatan hilirisasi, serta pembangunan ekosistem investasi yang terintegrasi.
Ia menjelaskan, sektor investasi memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal I-2026, sekitar 30% pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh investasi.
“Dengan target pertumbuhan ekonomi menuju 8%, tentu diperlukan berbagai upaya dan kerangka strategis untuk mendorong capaian realisasi investasi nasional,” ungkap Todotua Pasaribu di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Todotua menilai, strategi investasi ke depan harus semakin terarah dan terintegrasi dengan program hilirisasi nasional. Kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah komoditas dan memperkuat struktur industri dalam negeri.
Dalam konteks itu, hilirisasi disebut menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Selain berkontribusi sekitar 30% terhadap realisasi investasi, sektor hilirisasi juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah pun terus mendorong pengembangan kawasan ekonomi terintegrasi guna mempercepat investasi. Upaya tersebut diperkuat melalui pembangunan konektivitas dan sistem logistik nasional yang lebih efisien. Sementara terkait hilirisasi, keberhasilannya tidak cuma ditentukan dari ketersediaan komoditas, melainkan aspek-aspek kesiapan ekosistem pendukung seperti infrastruktur logistik, energi, dan rantai pasok industri.
“Tanpa keberadaan infrastruktur dan ekosistem logistik yang terintegrasi maka investasi tidak bisa efisien serta strategi daripada hilirisasi dan industrialisasi tidak akan optimal,” pungkas Todoua.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






