Jumat, 15 Mei 2026

BKPM: Investasi dan Hilirisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Penulis : Bambang Ismoyo
13 Mei 2026 | 16:46 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan investasi dan hilirisasi dirancang menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengatakan bahwa strategi tersebut menjadi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Hal itu sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar 5,61% secara tahunan (year on year/yoy), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Todotua, arah kebijakan investasi nasional kini difokuskan pada transformasi ekonomi melalui peningkatan nilai tambah industri, penguatan hilirisasi, serta pembangunan ekosistem investasi yang terintegrasi.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, sektor investasi memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal I-2026, sekitar 30% pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh investasi.

“Dengan target pertumbuhan ekonomi menuju 8%, tentu diperlukan berbagai upaya dan kerangka strategis untuk mendorong capaian realisasi investasi nasional,” ungkap Todotua Pasaribu di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Todotua menilai, strategi investasi ke depan harus semakin terarah dan terintegrasi dengan program hilirisasi nasional. Kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah komoditas dan memperkuat struktur industri dalam negeri.

Dalam konteks itu, hilirisasi disebut menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Selain berkontribusi sekitar 30% terhadap realisasi investasi, sektor hilirisasi juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah pun terus mendorong pengembangan kawasan ekonomi terintegrasi guna mempercepat investasi. Upaya tersebut diperkuat melalui pembangunan konektivitas dan sistem logistik nasional yang lebih efisien. Sementara terkait hilirisasi, keberhasilannya tidak cuma ditentukan dari ketersediaan komoditas, melainkan aspek-aspek kesiapan ekosistem pendukung seperti infrastruktur logistik, energi, dan rantai pasok industri.

“Tanpa keberadaan infrastruktur dan ekosistem logistik yang terintegrasi maka investasi tidak bisa efisien serta strategi daripada hilirisasi dan industrialisasi tidak akan optimal,” pungkas Todoua.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia