Jumat, 15 Mei 2026

Pieter Tanuri Hengkang dari Bank Ina

Penulis : Farid Firdaus
14 Apr 2020 | 13:22 WIB
BAGIKAN
Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)
Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)

JAKARTA, Investor.id – Pengusaha Pieter Tanuri beserta perusahaan miliknya PT Philadel Terra Lestari masing-masing resmi mengundurkan diri sebagai pengendali terakhir (ultimate shareholder) dan pemegang saham pengendali PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Aksi Pieter Tanuri membuat Anthoni Salim bersama perusahaan miliknya, yakni PT Indolife Pensiontama menjadi sendirian dalam daftar nama ultimate shareholder dan pemegang saham pengendali Bank Ina. “Tanggal kejadian dilakukan pada 18 Maret 2020, dan manajemen menilai tidak ada dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan,” kata manajemen Bank Ina dalam keterangan resmi, Selasa (14/4).

Direktur Pengawas Bank 1 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sri Kurniati menyebutkan bahwa pihaknya telah mencatat pengunduran diri Pieter Tanuri dan Philadel Lestari dari Bank Ina dalam administrasi pengawasan OJK. Hal ini berdasarkan laporan perubahan struktur kepemilikan saham pada 10 Januari 2020, permohonan perubahan status pemegang saham pengendali Bank Ina pada 31 Januari 2020, dan kelengkapan dokumen perubahan status pada 28 Februari 2020.

OJK juga memperhatikan hasil penilaian kemampuan dan kepatutan terhadap calon pemegang saham pengendali dan ultimate shareholder Bank Ina. OJK pun merujuk pada peraturan Bank Indonesia (BI) tentang Bank Umum.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, OJK meminta Anthoni Salim dan Indolife Pensiontama untuk melakukan penyesuaian kepemilikan saham sebagaimana diatur oleh POJK tentang kepemilikan saham Bank Umum.

Sebab, keluarnya Pieter Tanuri dari Bank Ina membuat kepemilikan Anthoni Salim menjadi di atas batas maksimum kepemilikan saham oleh satu pihak dan kepemilikan saham Indolife Pensiontama menjadi sebesar 48,96%.

Sebagai informasi, komposisi pemegang saham Bank Ina sebelum perubahan ini, atau per 6 Januari 2020 adalah Indolife Pensiontama menguasai 22,47% saham, Liontrust S/A NS Asean Financials Fund mendekap 18,29% sagam, PT Samudera Biru mengantongi 16,51% saham, DBS Bank Ltd S/S LTLS AS Trustee of NS Financial Fund menguasai 10,49% saham, PT Gaya Hidup Masa Kini mengendalikan 9,98% saham, PT Philadel Terra Lestari mengantongi 9,64% saham, dan masyarakat memiliki 12,62% saham.

Rekam Jejak

Philadel Terra Lestari tercatat menjadi pengendali saham Bank Ina sesuai dengan persetujuan OJK melalui surat tertanggal 16 September 2015. Dalam perjalanannya, pengendali saham Bank Ina pun terus mengalami perubahan. Terakhir pada Juni 2019, ketika Oki Widjaja yang sebelumnya sempat menguasai 1,93% saham Bank Ina mengundurkan diri dari daftar pemegang saham pengendali.

Adapun, masuknya Grup Salim dalam Bank Ina telah terjadi saat perseroan menggelar rights issue pada Maret 2017. Selain Indolife Pensiontama, perusahaan lain yang terkait dengan Grup Salim adalah Samudra Biru dan Gaya Hidup Masa Kini.

Tahun 2017 juga menjadi tonggak sejarah bagi Bank Ina lantaran modal inti perseroan mencapai lebih dari Rp 1 triliun sehingga memenuhi persyaratan permodalan sebagai bank BUKU 2.

Pada 2020, Bank Ina Perdana beupaya mengembangkan internet banking untuk pelanggan bisnis. Setelah memiliki internet banking untuk nasabah individu dan mobile banking, perseroan berharap mampu meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) untuk mendorong perolehan laba. Perseroan menargetkan izin terkait pengembangan bisnis ini bisa diraih pada kuartal II-2020.

Bergabung dengan Grup Salim juga dinilai memberikan kemudahan bagi Bank Ina untuk menjalin kerjasama dalam hal teknologi sebagai upaya menjadi bank digital. Selama tahun ini, Bank Ina berupaya menjaga non-performing loan (NPL) gross di bawah 3%, dan NPL net di bawah 2%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia