Diversifikasi, Intraco Penta Optimistis Penjualan Alat Berat Naik 10%
JAKARTA, investor.id - PT Intraco Penta Tbk (INTA) tahun depan, optimistis bukukan kinerja lebih baik dengan menargetkan kenaikan penjualan alat berat sebanyak 10%. Target tersebut didukung oleh rencana diversifikasi sektor penjualan hingga bisnis pembangkit listrik.
Direktur Utama Intraco Penta Petrus Halim menjelaskan, peningkatan penjualan alat berat tersebut akan dikontribusi oleh rencana diversifikasi perseroan pada sektor-sektor baru seperti infrastruktur, pertanian, kehutanan dan pertambangan.
"Selain itu sektor nikel juga menjadi target pasar kami selanjutnya, karena dinilai memiliki prospek pasar yang cukup baik kedepannya," jelasnya saat paparan publik yang digelar secara virtual, Rabu (23/12).
Petrus menambahkan, dari lini bisnis konstruksi, peluang bisnis tersebut hadir sejalan dengan fokus pemerintah dalam menggenjot pembangunan infrastruktur yang biasanya bersifat jangka panjang.
Untuk memuluskan rencana tersebut, melalui anak usahanya yakni PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS), perseroan telah menandatangani memorium Of Understanding (MoU) dengan PT LiuGong Machinery Indonesia. Perseroan nantinya akan memasarkan, melakukan penjualan serta distribusi unit alat berat dan suku cadang dengan merk LiuGong dan Dressta.
"Tingginya pertumbuhan market share mencapai 4% dalam kurun waktu 2015-2020 menjadi alasan kami melakukan kerjasama. Kami harap dapat berkontribusi positif pada kinerja perseroan kedepannya," ujarnya.
Sebelumnya, IPPS juga berhasil meraih Surat Penunjukkan (Letter of Appointment) dari Blumaq SA. Dalam surat tersebut perseroan didapuk menjadi distributor resmi produk suku cadang alternatif untuk alat berat dengan merk seperti Caterpillar, Volvo, dan Komatsu. di Indonesia.
Lebih lanjut, Intraco Penta juga berencana memperkuat lini bisnis pembangkit listrik. Petrus menyebutkan rencana ini tergantung dari kebutuhan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Apabila dibutuhkan kami siap melakukan penambahan kapasitas pada pembangkut yang sudah ada,” kata dia.
Untuk diketahui sebelumnya perseroan memiliki pembangkit listrik milik entitas anak usaha PT Tenaga Listrik Bengkulu. Pembangkit listrik ini adalah hasil Joint Venture PT Inta Daya Perkasa yang sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh perseroan dengan Bengkulu Power Hongkong Ltd, anak perusahaan Power China Resources Ltd.
Disisi lain, dari bisnis utama pada penjualan alat berat pertambangan batubara, perseroan berharap ketegangan antara Australia dan Tiongkok dapat menjadi sentimen positif pengangkat industri batubara, terlebih saat ini sedang memasuki musim dingin yang meningkatkan penggunaan batubara.
Kendati demikian, Direktur perseroan Eddy Rodianto menyebutkan, pada tahun 2021 perseroan memutuskan untuk memasang Capital Expenditure/capex secara hati-hati dalam jumlah yang minim, namun sayang saat ditanyakan mengenai besaran pastinya, perseroan belum bisa merincikan.
"Pada 2021, kami akan mengoptimalkan kinerja dengan aset yang ada, maka dari itu capex akan kami set pada level terendah," pungkasnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler

