Saham Bluechips Sudah Undervalued
JAKARTA, investor.id – Sejumlah saham berkapitalisasi besar dan unggulan (bluechips) sudah undervalued seiring pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini waktu yang tepat untuk mengoleksi saham-saham bluechips karena harganya telah terkoreksi cukup dalam.
Saham-saham bluechips tetap menarik bagi investor dan berpeluang rebound apabila kasus Covid-19 sudah kembali mereda, keadaan ekonomi sudah membaik, serta emiten-emiten bluechips ini membukukan kinerja sesuai ekspektasi investor atau bahkan lebih tinggi dari ekspektasi investor.
Beberapa saham bluechips yang sudah undervalued di jajaran LQ45, menurut kalangan analis, di antaranya BMRI, BBNI, TLKM, ASII, ICBP, INDF, UNTR, dan KLBF.
Selain itu, ada saham UNVR, BBRI, SMGR, PGAS, JPFA, TOWR, SMGR, HMSP, GGRM, INDF, ICBP, PTPP, MYOR, EXCL, dan JSMR.
Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, pada periode 2020 hingga 23 April 2021, harga saham BMRI telah turun 23% dari posisi ter tingginya, kemudian saham BBCA dan BBRI sama-sama melemah 13% dari posisi tertingginya, TLKM turun 18%, UNVR melemah 29%, dan saham ASII terkoreksi 22%. Sedangkan saham-saham bluechips yang turun paling dalam dari posisi tertingginya adalah PTPP anjlok 46%, MNCN turun 45%, HMSP melemah 44%, dan PGAS terkoreksi 43%.
Dilihat dari sisi price earning ratio (PER), saham-saham bluechips yang memiliki PER rendah adalah saham MEDC yakni minus 5,87 kali, MNCN 6,21 kali, GGRM 9,07 kali, INDF 9,18 kali, BBTN 10,77 kali, dan PTBA 11,20 kali. Sedangkan yang memiliki PER tertinggi adalah saham TPIA sebesar 246,13 kali.
Pada perdagangan Jumat (23/4), IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 22,68 poin atau 0,38% ke posisi 6.016,86, namun dalam sepekan anjlok 1,14%. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,79 poin atau 0,98% ke posisi 902,74.
Saham-saham berkapitalisasi besar yang mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (23/4) di antaranya TLKM melemah 20 poin (0,60%), AALI turun 50 poin (0,53%), UNVR terkoreksi 50 poin (0,82%), HMSP turun 10 poin (0,76%), GGRM melemah 75 poin (0,21%), JSMR melemah 50 poin (1,21%), ARTO turun 250 poin (2,36%), BRIS melemah 20 poin (0,85%), dan EMTK anjlok 40 poin (1,67%).
Kemudian, INKP anjlok 125 poin (1,34%), MEGA terkoreksi 25 poin (0,29%), MYOR turun 40 poin (1,61%), BNLI terkoreksi 60 poin (2,68%), ANTM melemah 30 poin (1,28%), dan INCO melemah 40 poin (0,95%).
Sedangkan dalam sepekan lalu (19-23 April), IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 1,14% ke level 6.016,86 dari posisi 6.086,26 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar bursa turun 1,17% menjadi Rp 7.121,39 triliun dari Rp 7.205,77 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
Kemudian, data rata-rata volume transaksi harian bursa selama sepekan turun 5,95% menjadi 14,76 miliar saham dari 15,67 miliar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian bursa juga turun 11,30% menjadi Rp 8,66 triliun dari Rp 9,76 triliun.
Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian bursa turun 12,44% menjadi 897.876 kali transaksi dari 1.025.495 kali transaksi pada pekan sebelumnya. Investor asing sepanjang tahun 2021 mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 8,89 triliun. (jn)
Baca juga
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






